Beranda Berita utama 10 Ribu Ton Bungkil Sawit Diekspor ke Selandia Baru

    10 Ribu Ton Bungkil Sawit Diekspor ke Selandia Baru

    18
    0

    Ekspor komoditas kelapa sawit tidak hanya minyak dan produk turunannya. Limbah sawit pun ternyata bisa dijadikan komoditas ekspor selain untuk pembangkit listrik. Di pasar luar negeri, selain minyaknya, bungkil sawit ternyata juga cukup laku di pasar, salah satunya Selandia Baru.

    Belum lama ini, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor 10.000 ton bungkil sawit asal Sumatra Barat ke Selandia Baru. Total ekspor ini senilai Rp 12,24 miliar dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

    Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan bungkil sawit merupakan salah satu dari lima komoditas dengan volume ekspor terbesar dan penyumbang devisa negara sektor nonmigas di Sumatra Barat.

    “Kami sudah pastikan 10.000 ton bungkil sawit ini melewati proses pemeriksaan karantina dan mendapatkan Phytosanitary Certificate sebagai persyaratan negara tujuan ekspor,” kata Ali pada 7 Maret 2019.

    Pada 2018, ekspor bungkil sawit mencapai 247,17 ton senilai Rp 301 miliar. Selain Selandia Baru, negara tujuan ekspor untuk bungkil sawit antara lain Vietnam, Italia, Filipina, Afrika Selatan, Singapura, Belanda, Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Saudi Arabia.