Beranda Berita utama 11 Perusahaan Terancam Denda Terkait Program B20

    11 Perusahaan Terancam Denda Terkait Program B20

    23
    0

    Sebanyak 11 perusahaan terancam terkena denda karena tidak dinilai melanggar kebijakan pencampuran minyak kelapa sawit untuk bahan bakar jenis solar hingga 20% (B20). Total denda yang diberikan mencapai Rp 360 miliar.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan jumlah denda itu akumulasi untuk 11 perusahaan yang terdiri dari 9 perusahaan pemason bahan bakar nabati, dan pemasok bahan bakar minyak.

    “Dendanya ya sekitar Rp 360 miliar,” kata Joko Siswanto di Jakarta pada 17 Desember 2018. Surat sanksi untuk 11 perusahaan itu sudah ditanda tangani dan dikirimkan per 17 Desember 2018.

    Menurut Djoko, data badan usaha yang terkena denda itu merupakan hasil verifikasi setelah timnya melakukan pengecekan di lapangan. Jika badan usaha itu tidak terima dengan putusan ini, pemerintah membuka ruang bagi mereka untuk menyanggahnya asal dengan bukti yang kuat. Jika tidak bisa membuktikan, berarti harus langsung membayar.

    Aturan mengenai denda sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 tahun 2018 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Aturan ini memuat kewajiban badan usaha menggunakan biodiesel dan sanksinya.

    Dalam aturannya disebutkan sanksi administratif berupa denda Rp 6 ribu per liter dan pencabutan izin usaha bagi yang tidak mencampur 20% BBN ke BBM. Sanksi itu berlaku bagi produsen BBN ataupun penghasil BBM.

    Sementara itu, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1936 K/10/MEM/2018 terdapat 44 badan usaha BBN yang berkontrak untuk penyaluran minyak sawit (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) dengan 11 BU BBM. Total volumenya sebesar 940.407 liter.