Beranda Budaya Nasehat Burung Surga (51) : Sang Guru Ditangkap Utusan Raja

    Nasehat Burung Surga (51) : Sang Guru Ditangkap Utusan Raja

    207
    0

    Fitnah Ki Patih tampaknya mulai manjur. Sang Raja lalu memanggil sang ayu selir Dewi Johariyah untuk menjelaskan. Darimana ia memperoleh jimat pengasihan.

    Sang ayu selir lalu menjelaskan, bahwa ia memperoleh jimat itu dari sang guru Syekh. Sri Roto Penguasa kerajaan itu terkejut mendengar jawaban sang selir. Dia mulai percaya fitnah Sang Patih.

    Di dalam hatinya Sang Noto khawatir. Jangan-jangan sang guru mulai berniat mencelakai dirinya. Maka ia mulai berpikir, daripada dicelakai lebih baik ia mendahului.

    Bulat sudah sikap Sang Raja. Dia segera mengutus sejumlah prajurit untuk menangkap Sang Guru Syekh. Tengah malam sepasukan prajurit menghunus pedang telah tiba di depan padepokan.

    Prajurit utusan melihat orang dengan pedang berdiri di depan gerbang padepokan. Orang itu segera bertanya maksud prajurit datang ke padepokan sang guru. Jika akan mencederai sang guru ia mengancam akan memenggal leher para prajurit itu.

    Mendengar suara ancaman yang berwibawa itu para prajurit utusan itu pun segera kembali dan melaporkan kepada raja. Sri Noto segera mengutus kembali prajurit yang lebih pinunjul (tinggi kemampuannya). Berpengalaman dalam menaklukkan raja-raja kecil. Namun prajurit pilihan ini pun gagal dalam menunaikan tugas.

    Sang raja semakin marah. Segera Sri Raja mengutus pasukan prajurit yang lebih sakti dengan pesan jangan sampai Sang Guru Syekh tewas. Sesampainya di gerbang padepokan, para prajurit melihat beberapa lelaki di halaman dalam dan sebagian lagi di depan gerbang mengancam akan menghabisi jika mereka tetap mau menangkap sang guru.

    Prajurit gagah-gagah itu kembali gagal dan pulang ke kedaton tanpa hasil. Mereka melapor kegagalannya mungkin karena Sang Guru Syekh benar-benar orang suci. Sri Noto berpikir dan merenung. Marahnya segera hilang. Ia menjadi kasihan kepada sang guru.

    Tidak berapa lama datang Ki Patih menghadap raja. Dia menyatakan bahwa sang guru sedang melakukan sihir menyulap bagaikan memiliki prajurit. Karena itu walaupun para menteri yang paling sakti yang maju akan gagal.

    Sri Noto lalu meminta Ki Patih mencari jalan. Sang Patih lalu mengusulkan untuk memakai cara halus. Membangun rumah bagi Sang Guru Syekh di dalam istana di dekat gedung perbendaharaan. (jss/bersambung)