Beranda Berita utama Ada Peran LSM di Balik Larangan Minyak Sawit di Eropa

    Ada Peran LSM di Balik Larangan Minyak Sawit di Eropa

    17
    0

    Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan Luar Negeri Republik Prancis, Jean-Baptiste Lemoyne mengakui ada peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam rencana boikot dan larangan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan biofuel di Eropa mulai 2021.

    “Ada LSM dan anggota parlemen yang terkadang mengusulkan amandemen untuk melarang dan menghapus penggunaan minyak sawit,” kata Jean-Baptiste Lemoyne dalam kunjungan ke Jakarta seperti dikutip dari CNBC Indonesia. Hal ini disampaikan dalam temu media di Jakarta.

    “Tapi kami pikir (boikot) itu bukan cara yang benar. Cara yang benar adalah meningkatkan langkah untuk mencapai sertifikasi hijau,” katanya. Rencana boikot minyak kelapa sawit di seluruh Eropa bukan langkah tepat untuk dilakukan.

    Lamoyne mengatakan pihaknya menyadari benar pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Tapi, dia juga mengatakan pada saat bersamaan Indonesia dan negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya harus mempromosikan kebijakan yang berkelanjutan untuk melawan deforestasi.

    “Kami menyambut positif semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti moratorium, dan mempromosikan sertifikasi pada minyak sawit berkelanjutan,” katanya.

    Prancis merupakan salah satu negara yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan maupun kebijakan Uni Eropa, selain Jerman dan Polandia.