Beranda Berita utama AirAsia Tarik Semua Penjualan Tiket dari Traveloka

    AirAsia Tarik Semua Penjualan Tiket dari Traveloka

    25
    0

    Setelah merasa diperlakukan tidak adil dan tidak direspon secara positif, AirAsia memutuskan menarik semua penjualan tiketnya dari Traveloka. Penarikan tiket ini mencakup semua rute penerbangan, termasuk untuk penjualan di enam negara.

    “Hilangnya penerbangan kami tentunya mencederai kerja sama antara AirAsia dan Traveloka. Traveloka seperti tidak menunjukkan itikad baik. Traveloka menolak memberikan penjelasan resmi meskipun sebelumnya kami telah beberapa kali mencoba meminta klarifikasi,” kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan di Jakarta pada 4 Maret 2019.

    Hilangnya tiket AirAsia dari Traveloka selama dua kali merupakan sikap diskriminatif dan berat sebelah. Apalagi kejadian ini sampai dua kali dan tanpa pemberitahuan yang proposional. Sesuai pesan yang diterima dari pelanggan, pencari tiket AirAsia justru disarankan untuk membeli tiket maskapai lain oleh Traveloka.

    “Sebagai bentuk solidaritas, AirAsia secara grup menarik penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka efektif mulai saat ini,” katanya. Traveler yang ingin membeli tiket AirAsia dihimbau agar memesan langsung melalui situs airasia.com atau aplikasi mobile AirAsia.

    “Situs airasia.com dan aplikasi mobile AirAsia merupakan pilihan yang lebih baik dimana traveler dapat memesan tiket langsung dari kami di harga yang paling murah, mendapatkan jatah bagasi 15 Kg untuk penerbangan domestik di Indonesia, serta mendapatkan promosi diskon hotel,” ujarnya.

    Hilangnya tiket AirAsia dari Traveloka untuk pertama kalinya terjadi tanggal 14-17 Februari 2019, yang bertepatan dengan masa peningkatan taraf (upgrade) sistem pemesanan pada tanggal 16 Februari 2019 yang berlangsung selama 13 jam.

    Traveloka kemudian merujuk pada 13 jam masa perbaikan ini sebagai alasan hilangnya penerbangan AirAsia dari situs mereka ketika menjawab pertanyaan pelanggan.

    Namun, penerbangan AirAsia kembali hilang untuk yang kedua kalinya dari Traveloka tanpa penjelasan pada 2 Maret 2019 jauh setelah upgrade sistem AirAsia selesai.

    Dendy menambahkan, kompetisi seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya penawaran yang lebih baik. “Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi dan membuat para traveler menjadi dirugikan,” katanya.