Beranda Berita utama Ajakan Kembali ke Orde Baru Itu Pembodohan

    Ajakan Kembali ke Orde Baru Itu Pembodohan

    50
    0

    Kampanye ajakan kembali ke Orde Baru yang dilakukan sekelompok orang pendukung pasangan calon presiden Prabowo-Sandi menuai keceman banyak pihak. “Hanya orang gila yang mau kembali ke rezim yang penuh ketakutan itu,” kata pengamat politik LIPI Hermawan Sulistyo di Jakarta pekan lalu.

    Kampanye keberhasilan Orde Baru dimotori Partai Berkarya yang menjadikan Soeharto sebagai ideologi partai. Partai ini menjadi bagian dari barisan koalisi pendukung Prabowo Subianto. “Ajakan itu pembodohan kepada publik,” kata Hermawan.

    Generasi milenial yang tidak merasakan tekanan dan intimidasi penguasa Orde Baru pasti mencari tahu. “Banyak anak milenial yang cerdas, menelusuri, buka file lama, maka akan tahu siapa penjahat HAM, siapa yang merampok ekonomi kita,” katanya.

    Selain soal ekonomi, kejahatan rezim Orde Baru terhadap umat Islam juga menjadi catatan. Salah satunya pembantaian ratusan umat Islam di Tanjung Priok di pertengahan 1980-an. Masih ada lagi kasus Talangsari, dan lain-lain yang menunjukkan kekejaman Orde Baru terhadap umat Islam.

    Dalam kampanye Pilpres 2019, beberapa kali kubu Prabowo mengungkit keberhasilan Soeharto. Bahkan jika Prabowo dan Sandiaga terpilih di Pilpres 2019, mereka akan mengusung semangat swasembada yang pernah dilakukan Soeharto.

    Isu kembali ke Orba juga sempat dilontarkan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto melalui akun twitternya. Putri Soeharto itu mengatakan sudah saatnya kembali seperti era kepemimpinan Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia.