Beranda Berita utama Analis Mulai Rekomendasikan Saham Emiten CPO

    Analis Mulai Rekomendasikan Saham Emiten CPO

    18
    0

    Keputusan pemerintah memperpanjang pungutan ekspor CPO nol persen hingga 1 Mei nanti mulai berdampak positif. Apalagi harga CPO pada perdagangan Kamis, 21 Maret 2019 juga menunjukkan penguatan yang cukup lumayan.

    Dalam perdagangan di Bursa Derivatif Malaysia hingga pukul 15.10 kemarin, harga CPO kontrak acuan Juni menguat 0,65% ke posisi MYR 2.178/ton (US$ 536,38/ton) setelah naik 1,55% sehari sebelumnya. Total dalam sepekan ini harga CPO sudah naik 5,57% secara point-to-point.

    Penghapusan pungutan ekpsor dan kenaikan harga ini membuat pasar mulai bergairah. “Kalau emiten-emiten CPO menjual di bawah batas dari aturan pemernitah tentu saja revenue akan meningkat atau akan membuat kinerja jadi positif,” kata analis Panin Sekuritas Wiliam Hartanto seperti dikutip dari laman kontan.co.id.

    Dalam peraturan pemerintah ini, tarif nol berlaku baik untuk harga produk di bawah US$ 570 per ton, harga US$ 570 sampai US$ 619 per ton, maupun harga di atas US$ 619 per ton hingga 1 Mei 2019.

    “Jadi ada dua alternatif untuk mengikuti kenaikan harga CPO dan menjual dengan harga lebih tinggi, atau menjual murah sesuai aturan dan bebas tarif, namun peluang terserap lebih banyak,” katanya.

    Beberapa saham emiten CPO yang direkomendasikan untuk dibeli antara lain saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT Mahkota Gorup Tbk (MGRO).

    “Beberapa support ini bisa diperhatikan untuk entry level AALI dengan target harga Rp 12.000 per saham, LSIP dengan target harga Rp 1.100 per saham dan MGRO dengan target harga Rp 850 per saham,” katanya.