Beranda Berita Pilihan Batam Kembali Dibanjiri Parfum & Garmen Selundupan

Batam Kembali Dibanjiri Parfum & Garmen Selundupan

578
0

Kendati sudah ada larangan, tapi pakaian bekas impor masih marak di Batam. Barang selundupan itu memenuhi ‘black market’, termasuk parfum. Aslikah?

Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sulit untuk tidak meluber ke Batam. Barang-barang ‘buangan’ negara tetangga itu memenuhi pasar di daerah ini. Tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga dipajang di toko-toko baju yang ada.

Barang-barang yang terdiri dari baju dan celana itu memang masih laik pakai. Harganya sangat murah, dan pilihannya banyak. Luberan pakaian bekas itu kemudian sebagian besar didistribusikan ke Sumatera Utara dan Pekanbaru.

Menurut Anjik (39) Warga Jodoh, barang selundupan itu bukan hanya baju dan celana. Hampir tiap barang yang sudah ‘dibuang’ dari negeri jiran itu dikirim ke Batam untuk dijual. “Ada sepatu, laptop, ya apa saja,” katanya merinci barang yang dijualnya hasil selundupan.

Selain barang-barang itu, yang banyak beredardi Batam adalah parfum. Parfum ini juga barang selundupan. Merk-merk terkenal bertebaran, dengan harga 25% dari harga normal.

Untuk parfum ini para pedagangnya tidak sembunyi-sembunyi lagi. Mereka punya counter untuk menjual barangnya itu. Ketika ditanya soal keasliannya, mereka dengan meyakinkan bilang ‘asli’. jss