Beranda Berita utama Biaya Insentif Biodiesel Diprediksi Rp 9 Triliun

    Biaya Insentif Biodiesel Diprediksi Rp 9 Triliun

    16
    0

    Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memperkirakan pembiayaan insentif biodiesel di tahun ini sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 9 triliun. Angka ini sudah memperhitungkan insentif untuk B20 yang diterapkan untuk non public service obligation (PSO).

    Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo mengatakan, pembayaran selisih biodiesel tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Selain karena porsinya dikurangi, hal ini pun karena selisih harga yang harus dibayarkan lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

    Agustus ini misalnya, selisih harganya hanya sekitar Rp 500 per liter, dan Juli lalu selisih harganya sekitar Rp 915 per liter. Sementara, tahun lalu selisihnya bisa mencapai Rp 6.000 per liter. “Tahun lalu. itu pembayaran untuk selisih biodiesel Rp 10 triliun. Sementara tahun ini paling Rp 7-Rp 9 tiliun. Itu untuk PSO dan non PSO,” kata Edi di Jakarta kemarin.

    Sementara, sepanjang paruh pertama tahun 2018 pembiayaan untuk selisih harga biodiesel mencapai Rp 3,2 triliun. Tak hanya pembayaran selisih harga biodiesel, dana BPDPKS pun ditujukan untuk replanting, penelitian dan pengembangan hingga untuk promosi kelapa sawit.

    Tahun ini dianggarkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk peremajaan seluas 185.000 ha. Sementara untuk penelitian dianggarlam Rp 200 miliar. “Dari anggaran itu mungkin yang terserap sekitar Rp 75 hingga 100 miliar,” ujar Edi. Diperkirakan, dana yang akan disalurkan BPDP tahun ini sekitar Rp 9-Rp 10 triliun.