Beranda Berita utama BIN Harus Menyelidiki Motif Greenpeace dan WWF

    BIN Harus Menyelidiki Motif Greenpeace dan WWF

    438
    0

    firman subagyo

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo, Pemeritah bersama-sama kalangan dunia usaha bertekat melawan kampanye hitam LSM asing, Greenpeace dan World Wildlife Fund (WWF), terhadap produk-produk ekspor unggulan. Selain itu juga badan intelijen harus ikut menyelidiki motif kedua LSM asing tersebut.

    Menurut Firman Subagyo, motif mereka sebenarnya sangat jelas. Yakni sebagai perpanjangan tangan kompetitor asing, untuk merusak pasar produk unggulan Indonesia. “Mereka menyerang industri pulp dan kelapa sawit, yang siap berkompetisi secara global,” ujarnya.

    Firman menilai kedua LSM ini pandai berkoar-koar di dunia internasional, padahal, kemampuan kedua LSM konservasi tidak mumpuni. Salah satu contoh adalah Taman Nasional Tesso Nilo menjadi bukti ketidakmampuan WWF.

    Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat memastikan, pemeritah bersama-sama kalangan dunia usaha, bertekat melawan kampanye hitam LSM asing terhadap produk-produk ekspor unggulan.

    Menurut MS Hidayat, untuk menghadapi situasi ini, pihaknya telah meminta kalangan dunia usaha dan eksportir untuk melaksanakan Indonesia incorporated, guna melawan isu yang tidak benar terhadap barang-barang produk Indonesia, terutama produk yang dikatagorikan anti lingkungan. “Pemerintah akan support dunia usaha. Bahkan, pemerintah akan bersatu dalam Indonesia incorporated untuk melawan black campaign tersebut,” tutur Menperin beberapa waktu lalu.

    Selain itu, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengakui, kampanye negatif LSM asing terhadap produk ekspor Indonesia, sangat mengganggu bagi dunia usaha dalam negeri. Apalagi sampai mengirimkan surat kepada para pembeli di luar negeri, agar tidak membeli produk-produk dari Indonesia, terutama pulp dan kertas serta CPO.
    “Sikap LSM ini sudah keterlaluan dan wajib dilakukan perlawanan. Ini akan mengganggu dunia usaha dan menggagu kesetabilan ekonomi nasional,” kata Sofyan.