Beranda Berita utama BPN Akui Emak-emak PEPES Adalah Relawannya

    BPN Akui Emak-emak PEPES Adalah Relawannya

    30
    0

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengatakan dua perempuan yang mensosialisasikan azan tidak ada ada lagi jika Jokowi menjadi presiden kembali adalah relawannya. Selain soal azan, dua perempuan ini juga berkampanye kalau Jokowi menang maka laki-laki boleh menikah dengan laki-laki dan perempuan boleh menikah dengan perempuan.

    “Ya, betul mereka memang relawan Pepes,” kata Ferdinand di Jakarta pada 25 Ferbruari 2019. Kampanye hitam yang menyerang capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin ini menyebar di media sosial. Sosialisasi dalam bahasa Sunda itu berbunyi begini:

    “Lamun Jokowi dua periode moal aya deui sora azan, moal aya budak ngaji, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video itu.

    Ungkapan itu kira-kira berarti begini: “Jika Jokowi dua periode tak akan ada lagi suara azan, tak ada anak-anak mengaji, tak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dan perempuan boleh kawin, lelaki dan lelaki boleh kawin.”

    Relawan emak-emak di Karawang ini ternyata juga pernah melakukan audiensi dengan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di ruang kerja di DPR. Wakil Ketua DPR ini mengungkap kedatangan relawan PEPES di akun twitternya.

    Kampanye hitam terhadap Jokowi itu muncul pertama kali di akun @citrawida5. Belakangan diketahui bahwa akun itu milik Citra Wida, warga Perumnas Telukjambe, Karawang, Jawa Barat. Citra Wida adalah sosok yang datang melakukan audiensi dengan Fadli Zon di ruang kerja Wakil Ketua DPR beberapa waktu sebelumnya.