Beranda Berita utama Darmin: Kita Ambil Langkah Lebih Keras Jika Eropa Tolak CPO

    Darmin: Kita Ambil Langkah Lebih Keras Jika Eropa Tolak CPO

    28
    0

    Menteri Koodinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah menyiapkan langkah yang tegas dan lebih keras jika Uni Eropa melarang minyak sawit Indonesia masuk ke negaranya. Negara-negara Uni Eropa memang menyusun kebijakan Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive II/ RED II).

    Jika kebijakan ini diterapkan sudah pasti merugikan Indonesia karena minyak sawit Indonesia menjadi barang yang tidak boleh digunakan untuk bahan baku energi terbarukan. Uni Eropa menargetkan energi terbarukan mencapai 32% pada 2030.

    “Kita akan mengambil langkah yang lebih keras. Kita sudah nggak punya pilihan sekarang. Kita sudah mencoba berunding, menjelaskan, lobi, tapi kelihatannya ini mereka jalan saja terus, nggak apa, kita juga ngambil langkah yang baru,” kata Darmin di Jakarta pada 15 Maret 2019.

    Pemerintah membuka peluang untuk membawa permasalahan ini ke Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO jika kebijakan RED II disahkan. Sementara saat ini belum bisa digugat ke WTO karena belum sahnya aturan tersebut.

    “Nah kita sendiri melihat situasi ini sudah demikian jauh, ya kita mulai, kan masalah kita selama ini kita tahu mereka itu diskriminatif, tapi kita belum bisa membawanya ke WTO, kan belum ada langkah konkret,” jelasnya.

    “Komisi Eropa itu baru satu tahap, dia masih akan naik ke Parlemen Eropa, dia masih akan naik ke Dewan Eropa. Jadi mereka masih perlu waktu dua bulan untuk ke Parlemen Eropa. Tapi tentu ini sudah warning yang serius,” ungkapnya.

    “Jadi itu dia kalau soal CPO kita akan mulai mengambil langkah-langkah yang lebih frontal,” kata Darmin.