Beranda Berita utama Dituding Berbuat Rasis, Starbuck Akhirnya Minta Maaf

Dituding Berbuat Rasis, Starbuck Akhirnya Minta Maaf

63
0
Local Black Lives Matter activist Asa Khalif, left, stands inside the Starbucks at 18th and Spruce, and over a bullhorn, demands the firing of the manager that called police, that resulted in two black men being arrested. On Sunday April 15, 2018, protesters demonstrated outside the Starbucks at the center of this storm Sunday, and plan to return Monday at peak time: 7 to 10 a.m. Organizers are calling for the employee who called police and the arresting officers to be fired. MICHAEL BRYANT /Staff Photographer

Jaringan warung penjual kopi dari Amerika, Starbuck akhirnya meminta maaf atas insiden yang terjadi di kedai mereka di Philadelphia. Dalam insiden ini, dua pemuda berkulit hitam ditangkap dan diborgol oleh polsisi atas tuduhan staf Starbuck yang masuk tanpa izin. Video penangkapan ini menyebar di berbagai sosial media dan menjadi viral yang membuat Starbuck kerepotan.

Dalam rilis resmi Starbucks akhir pekan lalu, Johnson mengungkapkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada kedua laki-laki tersebut dan mengatakan bahwa perusahaannya akan melakukan apa saja untuk membuat semuanya kembali menjadi baik. “Video yang direkam oleh pelanggan sangat sulit untuk ditonton dan tindakan di dalamnya tidak mewakili misi dan nilai Starbucks kami,” kata Johnson.

Dia juga menyesalkan perbuatan pelaporan yang dilakukan oleh stafnya kepada kepolisian Philadelphia yang seharusnya tidak dilakukan dengan “dasar” dari peristiwa yang sebenarnya sepele tersebut.

Dalam insiden yang terjadi pada Kamis malam lalu, kedua pria itu didekati manajer toko dan diminta pergi setelah mereka menggunakan toilet tanpa melakukan pembelian kata polisi. Tapi, kedua pemuda itu menolak karena sedang menunggu teman. Penolakan itu memicu datangnya polisi yang memborgol mereka.

Komisioner polisi Philadelphia Richard Ross mengatakan petugasnya bertindak benar. Mereka melakukan penangkapan setelah staf Starbucks mengatakan kepada mereka bahwa pasangan itu menyebabkan gangguan dan masuk tanpa izin. Video penangkapan ini terlanjur ditonton 9 juta orang, dan memicu kritik juga seruan untuk memboikot kedai Starbucks itu.