Beranda Berita utama DPR Ketatkan Pengamanan di Kompleks Parlemen

    DPR Ketatkan Pengamanan di Kompleks Parlemen

    9
    0

    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan peraturan DPR tentang Pengamanan Terpadu di Kawasan MPR, DPR, dan DPD serta Rumah Jabatan anggota dewan dan Wisma Griya Sabha. Dengan aturan itu, maka keamanan wilayah tersebut akan dilakukan pengetatan.

    Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Totok Daryanto menjelaskan pengetatan keamanan ini dilakukan karena DPR sebagai Objek Vital (Obvit) Nasional pengamanannya masih sangat longgar. Padahal dalam sehari saja diperkirakan ada 9.660 orang dan belum termasuk tamu yang berkunjung.

    “Aktivitas tiga lembaga, kerap tamu VIP, baik mitra kerja dan VVIP tamu kehormatan.  Namun kondisi pengamanan di obvitnas tersebut masih sangat longgar dan dilakukan secara parsial oleh ketiga lembaga negara tersebut meskipun berada dalam satu kawasan dan menggunakan jalur masuk yang sama,” ujar Totok di Jakarta, Selasa 10 April 2018.

    Ia menambahkan karena itu pengetatan keamanan dengan pengelolaan terpadu akan melibatkan MPR, DPR, DPD dan Polri. “MoU sudah ditandatangani Ketua DPR dan Kapolri yang dihadiri Ketua MPR dan DPD,” ujar Totok.

    Terkait hal ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menegaskan pengetatan ini bukan untuk membatasi akses masyarakat menemui wakil rakyatnya. Ia pun menekankan longgarnya pengamanan di DPR.

    “Saya keliling banyak negara dan lihat kompleks parlemen. Salah satu yang paling bebas itu Indonesia. Di negara lain luar biasa ketatnya untuk masuk ke kantor atau kompleks parlemen itu. Mau disebut di Jepang, Amerika, Inggris, di manapun. Sementara kita ini terlalu longgar, seperti pasar,” jelas Fadli di gedung DPR, Jakarta, Selasa 10 April 2018.