Beranda Berita utama Dua Langkah untuk Gugat ke WTO Soal Diskriminasi Sawit

    Dua Langkah untuk Gugat ke WTO Soal Diskriminasi Sawit

    51
    0

    Pemerintah menyiapkan dua langkah untuk mengajukan gugatan ke World Trade Organization (WTO) terkait diskriminasi sawit di pasar global. Keputusan ini terkait rencana Uni Eropa yang tidak lagi memasukkan minyak kelapa sawit (CPO) sebagai bahan baku bahan bakar dengan alasan deforestasi.

    “Kita siapkan dua cara menggugat ke WTO. Yang jelas pemerintah harus melakukan perlawanan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Musdalifah Mahmud, dalam keterangan tertulisnya pada 20 Maret 2019.

    Musdalifah menegaskan, kelapa sawit adalah komoditas nomor satu yang mampu bertahan lama dan menjadi sangat penting bagi sumber devisa negara dari banyak komoditas yang ada.

    “Untuk Borneo, posisinya menjadi penting karena ada 34% perkebunan sawit di wilayah ini. Tentunya tanpa Borneo, kita akan kehilangan sekian banyak kontribusi bagi negara. Sehingga Borneo Forum harus dimanfaatkan luas untuk kepentingan komoditi ekspor kelapa sawit Indonesia,” katanya.

    Untuk kampanye melawan diskriminasi, pemerintah akan menyiapkan dengan mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) yang sudah diratifikasi 158 negara.

    Diterimanya SDGs dengan 17 goal (tujuan) oleh 158 negara tentunya tidak menjadi kendala jika environment yang hanya dipermasalahkan. “Kan hanya environment yang menjadi tolok ukur Uni Eropa untuk menolak kelapa sawit sebagai pencampur bio diesel,” ujarnya.