Beranda Berita utama Dubes Uni Eropa Klarifikasi Soal Diskriminasi Sawit

    Dubes Uni Eropa Klarifikasi Soal Diskriminasi Sawit

    39
    0

    Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerrend menyatakan Uni Eropa tidak memiliki niat sama sekali untuk melakukan diskriminasi komoditas ekspor yang masuk ke negara-negara Uni Eropa. Pihaknya tidak berniat melarang ekspor komoditas kelapa sawit, termasuk minyak sawit dari Indonesia untuk masuk pasar Eropa.

    Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta pekan lalu. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela pertemuan kedua menteri.

    Menurut Vincent Guerrend, apa yang dilakukan Uni Eropa merupakan mandat EU Renewable Energy Directive (RED II) yang baru dirilis pada 14 Juni 2018. Mandat itu merupakan hasil trialog antara Dewan Uni Eropa, Parlemen Uni Eropa, dan Komisi Uni Eropa.

    “Mandat itu mencakup pengurangan bertahap sejumlah kategori energi bio (biofuels) tertentu sesuai target energi terbarukan 2030 Uni Eropa,” kata dia seperti dikutip dari situs European External Action Service (EEAS), Eeas.europa.eu.

    “Biofuels akan dinilai sama terlepas dari sumbernya. Sehingga, mandat itu tidak secara khusus berbicara mengenai pengurangan atau pelarangan minyak kelapa sawit. Uni Eropa adalah dan tetap menjadi pasar paling terbuka untuk minyak sawit Indonesia,” katanya.

    Kerangka peraturan yang baru mencakup target energi terbarukan yang mengikat untuk Uni Eropa setidaknya 32 persen pada tahun 2030 terhadap 27 persen saat ini, dan mungkin lebih tinggi setelah tinjauan 2023.

    Dia menegaskan Uni Eropa ingin mempertahankan peran utamanya dalam perang melawan perubahan iklim, dalam transisi energi bersih dan dalam memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh Kesepakatan Iklim Paris, yaitu membatasi pemanasan global hingga dua derajat celcius.