Beranda Berita utama Edukasi Mahasiswa Kedokteran tentang Kandungan Nutrisi Sawit

    Edukasi Mahasiswa Kedokteran tentang Kandungan Nutrisi Sawit

    33
    0

    Untuk mengenalkan minyak sawit secara utuh, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menggelar Sawit Goes to Campus sejak beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini diarahkan untuk mahasiswa kedokteran yang sudah berlangsung di enam perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret, Institut Pertanian Stiper, dan Universitas Riau.

    Sawit Goes to Campus terakhir diadakan di Universitas YARSI Jakarta pada 21-25 Februari 2018. Kampus ini menjadi kampus keenam dalam program 6th Indonesian Medical Student Summit (6th IMSS) yang diadakan BPDP-KS. Total peserta mencapai 300 orang mahasiswa.

    Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS, Kus Emy Puspita Dewi mengatakan industri sawit menjadi andalan Indonesia karena menjadi penyumbang devisa terbesar, menyerap tenaga kerja yang cukup besar, serta salah satu penggerak dan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kita ingin mengkaji antara fakta dan mitos tentang sawit, terutama dari sisi kesehatan,” katanya.

    Sawit Goes to Campus di Universitas YARSI menghadirkan narasumber Nuri Andarwulan (SEAFAST IPB), Ambar Rukmini (pakar sawit dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta), Donald Siahaan (peneliti di Pusat Penelitian Kelapa Sawit), dan Budiman Bintang Prakoso (dokter).

    Dalam kegiatan ini, topik tentang diabetes melitus mendapatkan perhatian peserta. Penderita diabetes dianjurkan menghindari asupan radikal bebas yang didapat dari minyak yang mudah teroksidasi. Minyak sawit jika dibandingkan dengan soft oil (minyak bunga matahari, soybean), yang lebih mudah teroksidasi adalah soft oil. Sehingga minyak sawit menjadi pilihan bagi penderita diabetes jika ingin mengonsumsi makanan yang diolah.

    Minyak sawit mengandung vitamin A dan vitamin E yang sangat tinggi, namun umumnya pada proses pemurnian dilakukan beberapa tahap untuk menghilangkan komponen-komponen yang tidak kita kehendaki, antara lain baunya dan warnanya.