Beranda Berita utama Ekspor Minyak Sawit ke China Berpotensi Meningkat

    Ekspor Minyak Sawit ke China Berpotensi Meningkat

    14
    0

    Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China membuat peluang baru bagi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke China.

    “Ada potensi karena China mencari substitusi minyak kedelai yang mereka batasi impornya dari Amerika. Tapi, kami perlu dalami berapa besar potensinya. Menurut kami, kondisi yang terjadi karena perang dagang ini menjadi peluang bagi kami,” kata Joko Supriyono di Jakarta pada 22 Mei 2019.

    Kebijakan China yang menerapkan bea masuk tambahan kepada produk kedelai dan minyak kedelai dari Amerika dan kebijakan mengalihkan konsumsi energi fosil menuju energi terbarukan menjadi peluang bagus bagi ekspor CPO Indonesia.

    Perang dagang dua negara raksasa ini membuat harga kedelai tertekan. Kondisi ini membuat harga CPO berpotensi turut tertekan. Pasalnya, kelebihan pasokan minyak kedelai akan membuat stok minyak nabati dunia meningkat. Harga CPO saat ini sudah berada pada level yang rendah dan berpeluang makin tertekan akibat perang dagang.

    Beberapa pekan terakhir, AS dan China makin agresif melakukan aksi saling balas penerapan bea masuk yang tinggi untuk komoditas impor dari kedua negara. AS mengenakan bea masuk hingga 25% terhadap 5.700 barang—termasuk produk konsumsi—dari China, yang akan berlaku pada 1 Juni 2019.

    Sebaliknya, China mengenakan tarif impor tambahan atas produk komponen teknologi, industri, gandum, kacang tanah, gula, dan buah beri dari Amerika.