Beranda Internasional Eropa Waspada, Badai Panas Lucifer Ancam Warga

Eropa Waspada, Badai Panas Lucifer Ancam Warga

204
0

Cuaca panas hantam sebagian Eropa. Akibat itu, kebakaran hutan terjadi, juga rusaknya tanaman. Untuk sementara, sudah dua warga meninggal akibat cuaca yang menggila ini.

Cuaca ekstrem ini telah memaksa 17 negara di Eropa memberi peringatan terhadap warganya. Mereka diimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, dan melakukan pembasahan terhadap tubuh.

Sepekan ini, gelombang panas itu tanpa henti menaungi sejumlah negara Eropa. Gelombang panas itu sudah terjadi di Serbia, Rumania, Kroasia, Prancis, Italia dan sebagian kawasan Spanyol. Akibat cuaca yang sangat panas ini, maka memicu kebakaran hutan, kerusakan tanaman, mengganggu produksi bahan bakar dan juga konsumsi air.

Negara-negara yang sudah mengeluarkan peringatan terhadap cuaca panas ini adalah Spanyol, Yunani, Bulgaria, Prancis, Makedonia, Slovakia dan Moldova. Sedang Italia, Swiss, Hungaria, Polandia, Rumania, Bosnie-Herzegovina, Montenegro, Kroasia, Slovenia dan Serbia sudah mengumumkan status siaga.

“Sangat panas, dan saking panasnya hingga sulit bernapas,” kata Sasa Jovanovic (52) di Belgrade, Serbia, pada ABC News, Minggu (6/8/2017).

Di Serbia pada Sabtu 5 Agustus waktu setempat, suhu berkisar 39 derajat Celcius. Badan cuaca di Spanyol memperkirakan 31 dari 50 provinsi, suhunya bakal meningkat hingga 44 derajat celcius.

Di Slovenia dilaporkan, malam tropis pertama terpantau di ketinggian 1.500 meter di pegunungan pada awal pekan ini. Dengan demikian, diasumsikan suhu kawasan ini akan menyentuh di atas 20 derajat Celcius di malam hari.

Akibat suhu yang panas itu, maka pemerintah melarang warganya bekerja di ruang terbuka selama cuaca masih panas. Yaitu ketika bersuhu lebih dari 40 derajat celcius.

Beberapa negara juga mengimbau warganya untuk tinggal di dalam rumah dan minum banyak air. Dan lembaga kesehatan di Beograd menyarankan warganya untuk menempelkan handuk basah di jendela jika tidak punya AC, dan agar menghindari ketegangan fisik dan minuman beralkohol.

Laaporan Seattle Times menyebut, pemerintah Kroasia telah memperingatkan wisatawan yang berlibur di sepanjang Pantai Adriatik selalu hati-hati. Sebab cuaca panas ini bisa menyebabkan kebakaran. Akibat itu, di Ibukota Montenegro, Podgorica, tampak kosong pada akhir pekan ini.

Cuaca panas ini sudah berdampak. Terdapat 15 kebakaran hutan dilaporkan terjadi di Albania dan di Eropa. Di Rumania, polisi melarang kepadatan lalu lintas di jalan-jalan utama pada siang hari selama akhir pekan ini.

Dan kereta api juga beroperasi lebih lambat dari biasanya. Sementara itu layanan kereta api di selatan Serbia harus ditutup karena relnya melengkung kepanasan.

Tapi mengapa suhu panas ini disebut Lucifer? Itu karena menurut para ilmuwan, suhu panas itu membuat panik, hilang akal, bak dihipnotis setan. Lucifer itu adalah malaikat yang terlaknat, bintang kegelapan. jss