Beranda Berita utama G20 Sepakat Tarik Pajak dari Google, Facebook, dan Amazon

    G20 Sepakat Tarik Pajak dari Google, Facebook, dan Amazon

    23
    0

    Anggota G20 yang berkumpul di Fukuoka, Jepang, sepakat menarik pajak bagi perusahaan teknologi seperti Facebook, Google, dan Amazon. Selama ini mereka hanya menumpuk keuntungan dari negara dan masyarakat namun belum tersentuh pajak sehingga dinilai tidak adil.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menghadiri pertemuan KTT G20 mengatakan G-20 memiliki peraturan umum untuk menarik pajak perusahaan teknologi global seperti Facebook dan Google.

    Aturan ini mengisyaratkan pajak yang lebih tinggi untuk perusahaan multinasional besar, tetapi juga akan mempersulit negara-negara yang memberi tarif pajak lebih rendah bagi perusahaan multinasional besar, seperti Irlandia.

    “Di era digital, salah satu aspek dalam perpajakan adalah tidak hanya berdasarkan physical presence atau kehadiran secara fisik dari para pengusaha yang melakukan kegiatan di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini prioritas tertinggi adalah melakukan redefinisi dari Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau permanent establishment,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip akun instagramnya di Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

    Menurutnya, dengan kompleksitas struktur ekonomi digital, tantangan lain Pemerintah Indonesia adalah membuat formulasi kebijakan, khususnya perhitungan kuantitatif terkait significant presence.

    “Tantangan lain adalah bagaimana mendefinisikan ‘low or no tax jurisdictions’ dan juga bagaimana mengalokasikan hak pemajakan, terutama formula dan dasar perhitungannya,” katanya.

    “Dengan 260 juta populasi penduduk dan 100 jutaan pengguna internet, realisasi penerimaan perpajakan masih belum tercermin dari besaran pengguna internet dan jumlah penduduk tersebut,” tandasnya.