Beranda Berita utama GAPKI Kaji Peluang Ekspor CPO ke Chile

    GAPKI Kaji Peluang Ekspor CPO ke Chile

    25
    0

    Di tengah harga minyak kelapa sawit mentah yang masih lesu dan perlakuan diskriminatif Uni Eropa, pengusaha komoditas sawit terus memanfaatkan celah untuk membuka ruang pasar. Salah satu pasar yang dilirik adalah Chila setelah Indonesia menandatangani perjanjian komprehensif (IC-CEPA).

    Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kanya Lakshmi mengatakan ada peluang mengekspor minyak kelapa sawit ke Chile setelah berlakunya perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia Chile (IC-CEPA).

    “Kita belum banyak eksplor, tapi saya yakin sawit akan banyak dibutuhkan,” kata Kanya Lakshmi setelah menghadiri pertukaran Instrument of Ratification (IoR) IC-CEPA di Jakarta pada pada 11 Juni 2019.

    Meski ada peluang, tantangan bakal tidak mudah karena negara Amerika Latin di sekitar Chile juga terkenal memproduksi minyak nabati. Tantangan ini perlu dihadapi oleh Indonesia. Selain memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan barang, IC-CEPA juga akan mempermudah sektor investasi.

    “Apa yang kita jual kesana, mentah atau setengah jadi atau kerjasama investasi karena permintaan investasi disana cukup besar,” terang Kanya.

    IC-CEPA akan mulai berlaku 60 hari setelah pertukaran IoR yaitu pada 10 Agustus mendatang. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemdag) Iman Pambagyo mengatakan, pada tanggal tersebut baru berlaku untuk perdagangan barang.

    “Trade of invesment untuk perusahaan Indonesia masuk ke Chile dan juga sebaliknya belum dibahas,” jelas Iman. Dari sektor perdagangan barang, Indonesia mengeliminasi 9.308 atau 86,1% pos tarif. Sementara Chile mengeliminasi 7.669 atau 89,6% pos tarif.