Beranda Berita utama GAPKI Kaji Peluang Ekspor Produk Olahan Sawit ke Afrika

    GAPKI Kaji Peluang Ekspor Produk Olahan Sawit ke Afrika

    17
    0

    Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sedang mengkaji peluang ekspor produk olahan sawit atau rafined palm oil ke beberapa negara di benua Afrika, terutama Tunisia dan Maroko. Dua negara ini memiliki potensi menjanjikan sebagai pasar ekspor minyak sawit Indonesia karena pertumbuhan pendudukanya cukup signifikan.

    “Permintaan terhadap minyak sawit itu selalu mengikuti pertumbuhan penduduk,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Keberlanjutan Gapki Togar Sitanggang di Jakarta awal pekan ini. Untuk kepentingan ini, delegasi GAPKI akan mengadakan kunjungan ke Tunisia dan Maroko setelah lebaran untuk mengkaji potensi memperbanyak ekspor produk olahan minyak kelapa sawit (CPO).

    Menurut Togar, produk minyak kelapa sawit yang dikaji untuk pasar Afrika bukan dalam bentuk bahan mentah, namun sudah jadi produk olahan alias refined palm oil seperti minyak goreng dalam bentuk kemasan dan jerigen. Produk olahan ini dinilai lebih cocok dengan kebutuhan mereka yang tengah tumbuh jumlah penduduknya.

    Dari riset Radobank pada Januari 2018, diprediksi ada peningkatan impor minyak nabati pada 2030 ke Afrika sebanyak 3,5 juta ton atau naik 33% dibanding posisi saat ini sebanyak 10,6 juta ton impor. Adapun Indonesia telah mengekspor produk olahan CPO naik US$ 1,27 triliun dari periode sama tahun lalu sebanyak US$ 714,4 miliar.

    Untuk mendukung langkah ini, Togar menyarankan pemerintah menurunkan tarif pungutan ekspor sawit minyak goreng curah. “Kami sudah meminta agar pungutan untuk minyak goreng kemasan mestinya lebih rendah dari minyak bulk yang curah,” katanya.