Beranda Berita utama GAPKI: Permintaan Tambahan CPO dari China Perlu Tindaklanjut

    GAPKI: Permintaan Tambahan CPO dari China Perlu Tindaklanjut

    24
    0

    Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah merespon positif permintaan tambahan kuota minyak sawit dari Indonesia. China sepakat menambah permintaan minyak sawit minimal 500.000 ton dari Indonesia. Wakil Ketua Umum III GAPKI Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Togar Sitanggang mengatakan pemerintah perlu segera menindaklanjuti permintaan ini.

    “Ini masih perlu tindak lanjut, itu 500.000 ton untuk apa? Lebih kepada refined product-nya, bisa saja stearin, olein atau makanan,” ujar Togar Sitanggang awal pekan ini. Pemerintah harus memastikan struktur pasar dan potensi serapan minyak sawit di China. Dengan begitu, menurut Togar, pengusaha di Indonesia juga bisa segera melakukan pendekatan bisnis dan akses pasar.

    Menurut Togar, ekspor minyak sawit Indonesia dari Januari hingga Maret 2018 sudah mencapai kurang lebih dari 6,9 juta ton. Ekspor minyak sawit pada Januari sekitar 2,5 juta ton, pada Februari 2,2 juta ton dan pada Maret 2,2 juta ton.

    Togar memperkirakan ekspor tahun 2018 masih baik. Dia memperkirakan ekspor tahun 2018 meningkat 5%-10%. Dia beharap ekspor minyak sawit ini akan mulai membaik pada Juni dan Juli.

    Sementara itu, Togar pun memperkirakan harga free on board (FOB) CPO masih akan berada di bawah US$ 700 per ton sepanjang tahun. “Kalau saya lihat tidak ada faktor yang mendongkrak harga CPO,” kata Togar.