Beranda Berita utama GAPKI Riau Apresiasi Program Peremajaan Sawit Rakyat

    GAPKI Riau Apresiasi Program Peremajaan Sawit Rakyat

    26
    0

    GAPKI mengapresiasi dan mendukung langkah Presiden Jokowi yang ingin meningkatkan produktivitas kelapa sawit Indonesia. Salah satu upaya yang juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing komoditas strategis ini dilakukan melalui program peremajaan kelapa sawit rakyat.

    “Kami mengapresiasi program replanting yang dilakukan Presiden,” kata Ketua GAPKI cabang Riau Saut Sihombing di Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada 9 Mei 2018. Peremajaan di Riau ini sebagai kelanjutan peresmian program yang sudah dimulai di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 2017 lalu.

    Pada acara yang juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Presiden menyampaikan bahwa luas kebun rakyat yang akan diremajakan di seluruh tanah air mencapai 185 ribu hektar.

    Dari total luasan itu, peremajaan kebun sawit di Provinsi Riau sendiri mencapai 25 ribu hektar. Untuk masing-masing hektar, disediakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar 25 juta per hektar. Di samping peremajaan sawit rakyat, Presiden juga memberikan sertifikat kepada petani sawit.

    Sertifikat ini penting untuk menghindari sengketa yang biasa terjadi di banyak tempat. “Ini yang ingin kita selesaikan cepat-cepat,” kata Presiden Jokowi di depan petani sawit Rohil.

    Dia berpesan agar perangkat desa mulai dari lurah, camat membantu Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyelesaikan pemberian sertifikat tersebut. Presiden menyebutkan bahwa tahun lalu pemerintah menargetkan penyelesaian sebanyak 5 juta sertifikat. Tahun 2018 ini, target tersebut sebanyak 7 juta sertifikat.

    Meskipun langkah-langkah awal ini dinilai baik, menurut GAPKI Riau, konsistensi pemerintah dalam upaya memajukan industri sawit harus terus dilakukan. “Terutama, terkait dengan regulasi-regulasi yang dapat memberikan dampak positif bagi industri sawit nasional,” katanya.