Beranda Bisnis Gurihnya Bisnis Jaket Kulit

    Gurihnya Bisnis Jaket Kulit

    871
    0
    Edward Pattiselano, pemilik gerai Eddo Genuine Leather

    Meningkatnya penjulanan motor maka juga berdampak kepada meningkatnya penjualan jaket kulit, bahkan berbisnis jaket kulit bisa memopunyai omzet hingga Rp 40 juta/bulan.

    Jaket kulit, setiap pengendara motor ataupun bikers sangat senang dengan jaket kuli. Bagaimana tidak? pengendara motor akan lebih hangat jika menggunakan jaket kulit saat mengendarai tunggangan kuda besinya.

    Melihat hal tersebut maka tidaklah heran jika saat ini jaket kulit memiliki bahan baku yang berbeda-beda. Diantaranya yang berbahan baku dari kulit sapi, domba, juga kambing. Hal itulah yang dimanfaatkan oleh beberapa pelaku jaket kulit.

    “Saya terjun ke bisnis jaket kulit ini bermula karena melihat masih tingginya harga serta peminat jaket kulit di wilayah kota-kota besar, seperti Jakarta,” terang Edward Pattiselano atau biasa disapa Eddo.

    Awalnya, lanjut Eddo, sebelum membuka toko hanya membeli beberpa buah dari Garut lalu dijualnya kembali. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyaknya peminat ataupun pembeli maka di tahun 2011 dengan uang bermodalkan Rp15 juta, membuka gerai jaket kulit.

    Gerai tersebut diberi nama “Eddo Genuine Leather” yang berlokasi di Mall Kalibata City Square, Jakarta Timur. Sedangkan untuk rumah produksinya tetap di Garut.

    Dipilihnya Garut sebagai rumah produksi karena selain memiliki bahan baku yang berlimpah, juga disana terdapat banyak sekali pengrajin atau juru jahit untuk membuat jaket kulit tersebut.

    “Dengan mempunyai rumah produksi sendiri, kita dapat mengontrol berapa yang akan kita buat bulan ini dan bulan berikutnya. Kita jadi tahu kapan harus menaikkan produksi karena tingginya permintaan dan kapan tidak menaikkan produksi,” tutur Eddo.

    Alhasil semakin banyaknya peminat, dalam sebulan, mampu menjual sebanyak 50 jaket. Bahkan seiring makin larisnya dagangan, maka dibukanya gerai kedua di Ibukota Jawa Tengah yaitu Semarang

    Adapun untuk membuat sat jaket dari kulit membutuhkan 30 feet kulit. Satu feet berukuran 30 cm x 30 cm. Harga satu feet kulit sapi, sekitar Rp15.000, sedangkan kulit domba Rp15.000.

    Namun, agar lebih banyak model, maka digunakanlah juga bahan baku impor meskipun hanya 5%. Harga kulit impor per feet untuk sapi dan domba masing-masing, Rp 40 .000 dan Rp 55.000 – Rp65.000.

    “Sedangkan untu biaya jahit antara Rp 750.000 – Rp 200.000, tapi itu tergantung tingkat kesulitannya. Khusus penggemar yang ingin membuat modifikasi, dikenakan biaya Rp 25.000/modifikasi,” urai Eddo.

    Melihat tingginya harga bahan baku, Eddo menerangkan, saat ini maka untuk satu buah jaket kulit domba diberi harga antara Rp 750.000 – Rp2.000.000. Sedangkan untuk satu buah jaket kulit sapi dijual diberi harga anatara Rp 700.000 – Rp 2.000.000.

    Dari tiap jaket kulit, bisa mengambil keuntungan 15%-20% dari harga jual. Bila omzetnya sekitar Rp 40.000.000/bulan. “Berarti keuntungan yang didapat sekitar Rp 8.000.000/bulan,” pungkas Eddo. FN