Beranda Berita utama Hapus Pungutan Ekspor Membuat Harga CPO Lebih Kompetitif

    Hapus Pungutan Ekspor Membuat Harga CPO Lebih Kompetitif

    20
    0

    Keputusan pemerintah menghapus pungutan ekspor CPO dan produk turunannya sebesar USD 50 per ton membuat harga minyak sawit mentah Indonesia lebih kompetitif. Daya saing ini sangat penting di tengah penurunan harga CPO global yang disebabkan salah satunya oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan dampak dari penghapusan pungutan ekspor CPO ini bisa dirasakan untuk ekspor minyak sawit mentah ke India. Seperti diketahui, India menerapkan tarif bea masuk CPO Indonesia yang cukup tinggi sehingga harganya tidak kompetitif.

    “Untuk pasar dengan tarif bea masuk tinggi seperti India, kebijakan ini membuat CPO kita lebih kompetitif,” kata Bhima di Jakarta pada 27 November 2018. India memang bea masuk minyak sawit mentah hingga 44% sejak Maret 2018.

    Menurut Bhima, dampak dari kebijakan terbaru tersebut memang tidak bisa dirasakan secara langsung, tetapi diperkirakan baru terasa mulai 3–6 bulan ke depan.

    “Memang ada jeda, yang paling menikmati pertama adalah perkebunan sawit skala besar. Baru efek berantainya ke perkebun rakyat. Kita lihat nanti 3-6 bulan ke depan,” kata Bhima seperti dikutip dari laman bisnis.com.

    Namun, di sisi lain kebijakan ini membuat pemasukan Badan Pengelola Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) berkurang. “Dampaknya bukan saja untuk biodiesel dalam program B20, tapi juga replanting,’” katanya.