Beranda Berita utama Harga CPO Menguat Setelah China Naikkan Tarif Impor Kedelai AS

    Harga CPO Menguat Setelah China Naikkan Tarif Impor Kedelai AS

    22
    0

    Rencana pemerintah China memberlakukan tarif pada produk kedelai Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif bagi harga minyak kelapa sawit mentah (CPO). Efeknya, harga CPO mulai menguat setelah empat hari berturut-turut melemah.

    Penguatan harga CPO terlihat pada perdagangan 14 Mei 2019 siang di mana harga CPO kontrak pengiriman Juli di bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,55% ke posisi MYR 1.996/ton. Tapi, harga ini masih berada di area terendah harga CPO dalam dua tahun terakhir.

    China dan AS masih terus saling berbalas tarif dagang. Pada Jumat, 13 Mei lalu, AS memberlakukan tarif 25% terhadap produk asal China senilai US$ 200 miliar. Di hari yang sama, China membalas dengan kenaikan tarif produk produk AS senilai US$ 60 miliar yang akan mulai berlaku 1 Juni mendatang.

    Dalam pemberlakuan tarif terbaru ini, sebanyak 5.140 jenis produk AS akan mengalami kenaikan tarif impor antara 5% hingga 25%. Salah satu yang terkena tarif impor tambahan ini adalah kedelai AS yang dikenakan kenaikan tarif 25%.

    Bila bea impor kedelai AS tinggi, konsumen minyak nabati China berpotensi mencapai produk substitusi. Minyak sawit menjadi pilihan pertama sebagai pengganti minyak kedelai. China adalah konsumen minyak nabati terbesar ketiga di dunia di bawah India dan Eropa.