Beranda Berita utama Harga Fluktuatif, Pungutan Ekspor CPO Belum Diputuskan

    Harga Fluktuatif, Pungutan Ekspor CPO Belum Diputuskan

    16
    0

    Pemerintah belum mengambil keputusan tentang pemberlakuan kembali pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) karena harga yang masih sangat fluktuatif. Untuk harga Februari 2019 telah menyentuh US$ 565,40/MT dan diprediksi melewati ambang batas pungutan, yakni US$ 570/MT pada bulan depan.

    “Saat ini sedang dikaji. Kita lihat dulu perkembangannya karena harga CPO global fluktuatif sekali. Kita juga melihat aspirasi dari para petani, karena harga TBS [tandan buah segar] mereka kan sekian lama juga rendah sekali,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta pada 25 Februari 2019.

    Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud menjelaskan, pungutan ekspor tidak melulu dipengaruhi faktor harga global dan faktor lain seperti hambatan dagang di negara-negara tujuan ekspor.

    “Saat ini kita menghadapi banyak sekali tantangan untuk menjual, posisi kita sekarang ini kan masih terjepit dari mana-mana, seperti Uni Eropa. Lalu kita juga melihat kondisi di hulu seperti apa. Kalau kita naikkan pungutan, bagaimana dengan petani,” kata Musdhalifah.

    Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Rusman Heriawan mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan melakukan kajian singkat terhadap harga TBS yang ideal dalam tiga hari ke depan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan pungutan ekspor.

    “Kami mengkaji, apakah harga TBS di level Rp 1.400/kg saat ini sudah layak atau belum bagi petani. Jangan sampai harga CPO-nya oke tapi harga TBS-nya jelek,” kata Rusman.

    Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 152/PMK.05/2018 yang berlaku 4 Desember 2018, pemerintah menolkan (US$ 0/ton) seluruh tarif pungutan ekspor apabila harga CPO internasional berada di bawah US$ 570/ton.

    Jika harga berada di kisaran US$ 570-US$ 619/ton, pungutan ekspor CPO menjadi US$ 25/ton. Jika harga internasional kembali normal di atas US$ 619/ton, pungutan ekspor CPO kembali ditetapkan sebesar US$ 50/ton.