Beranda Berita Pilihan Hiii, Memberi Makan Roh Gentayangan

    Hiii, Memberi Makan Roh Gentayangan

    182
    0
    ilustrasi

    Bulan Juli sebentar lagi tiba. Bagi etnis Tionghoa di Indonesia, ada upacara yang mendirikan bulu kuduk jika didengar. Itu adalah upacara memberi’makan’ roh gentayangan.

    Upacara ini sudah ribuan tahun dilakukan nenek moyang etnis itu. Nama lain dari upacara ini adalah Jiet Yek Pan, atau Cioko, atau ritual Sembayang Rebutan.

    Upacara ini dikhususkan untuk pemberian sesaji kepada roh-roh yang gentayangan. Roh seperti itu diyakini banyak, terutama yang meninggalnya akibat kejadian tidak wajar. Entah itu bunuh diri, kecelakaan, menjadi korban pembunuhan dan kematian sejenis.

    Suhu Acai, spiritualis pernah melakukan upacara ini, sehabis peristiwa pemboman Hotel JW Marriot di Jakarta yang menewaskan 13 orang. Upacara itu dilakukan, agar jiwa-jiwa korban yang meninggal tidak mengganggu yang hidup.

    Ketika upacara itu digelar, miniatur hotel itu juga disertakan. Terdiri dari rumah-rumahan kertas, ditambah simbol-simbol kesialan, kemudian dibakar bersama-sama. Mudah-mudahan negeri ini diberkahi, dan jauh dari malapetaka di masa-masa yang akan datang,” ujar Suhu Acai saat memimpin doa.

    Dalam kesempatan ini, Suhu Acai juga memberikan azimat keselamatan yang disebut HU bagi para pengunjung yang ikut menyaksikan ritual ini. Acaranya berlangsung khidmat, dan sangat banyak yang ikut terlibat dalam upacara itu.

    Bagi masyarakat Jawa, acara ini sangat mirip dengan upacara satu suroan. Acara diiringi dengan tarian Barongsai. Kelompok ini mendampingi Suhu Acai memanggil Dewa Kwan Kong. Pria berambut gondrong itu kesurupan, didahnya menjillatt puluhan HU yang kemudian dibagikan.

    Beberapa saat kemudian, salah satu peserta ritual membuang sesaji berupa pangan kepada para pengujung untuk dijadikan rebutan. Dan diakhiri dengan pembakaran miniatur hotel, rumah-rumahan bekas tempat sandang dan pangan yang dianggap membawa kesialan. sa/jss