Beranda Berita utama Hilirisasi Diperkuat untuk Tingkatan Serapan Minyak Sawit

    Hilirisasi Diperkuat untuk Tingkatan Serapan Minyak Sawit

    15
    0

    Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono mengatakan Indonesia akan terus memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan serapan minyak kelapa sawit di dalam negeri. Salah satu serapan minyak sawit ini untuk kebutuhan bahan baku biodiesel.

    “Melalui penguatan hilirisasi CPO, diharapkan kesejahteraan pekebun sawit meningkat karena terciptanya peluang pasar domestik yang besar,” katra Kasdi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada 17 Mei 2019.

    Menurut Kasdi, pengembangan energi baru terbarukan sangat diperlukan sebagai pengganti bahan bakar fosil di masa depan. Karena itu, pemanfaatan CPO dan pengembangan biodiesel sebagai salah satu jenis energi terbarukan menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan hilirisasi CPO.

    Hilirisasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi CPO di tengah gempuran kampanye negatif dan diskriminasi oleh Uni Eropa. Kasdi membantah tuduhan Uni Eropa dan sejumlah LSM soal deforestasi. Indonesia sendiri sudah memiliki sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai butki pola perkebunan kelapa sawit menerapkan prinsip dan kriteria keberlanjutan.

    “Jadi, kalau ada klaim bahwa sawit Indonesia tidak sustainable, itu sama sekali tidak benar. Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam lima tahun terakhir kita sudah tidak ada lagi pelepasan kawasan hutan sehingga salah kalau dikatakan kelapa sawit membuka hutan,” katanya.

    Kasdi mengatakan Pemerintah tidak hanya berpangku tangan dengan mengandalkan ekspor, terutama jika hanya dalam bentuk mentah. Kementan akan terus mendorong pemanfaatan CPO untuk biodiesel dalam negeri.

    “Kementerian ESDM sudah menetapkan B-30 dan sedang berjalan di Kementan sudah B-100. Pesan dari B-100 ini adalah jangan ekspor, tetapi kita mampu serap banyak sekali,” katanya.