Beranda Berita utama Hillary Clinton “Sangat Yakin” Dirinya Tidak Bersalah

Hillary Clinton “Sangat Yakin” Dirinya Tidak Bersalah

54
0
Calon Presiden Partai Demokrat di Amerika Serikat, Hillary Clinton - Foto: A. Shaker/VOA

Hillary Clinton sangat mengatakan dia ‘sangat yakin’ penyelidikan baru yang dilancarkan FBI terkait dengan email-emailnya tidak akan mengubah temuan semula bahwa dia tidak harus dituntut secara hukum.

Calon presiden Partai Demokrat itu meminta direktur FBI untuk menjelaskan penyelidikan baru itu kepada rakyat Amerika.

Direktur FBI James Comey sebelumnya mengatakan FBI sedang memeriksa pesan-pesan email yang baru ditemukan.

Email terbaru terungkap selama penyelidikan terpisah kepada mantan anggota Kongres Anthony Weiner, suami (namun sudah tak bersama) dari Huma Abedin, asisten Hillary Clinton.

Perangkat milik Abedin dan Weiner disita dalam penyelidikan terpisah FBI untuk memastikan apakah Weiner mengirim email yang eksplisit secara seksual kepada seorang gadis usia 15 tahun di North Carolina.

“Rakyat Amerika layak untuk mendapatkan fakta-fakta penuh dan lengkap dengan segera,” kata Hillary Clinton, dalam pernyataan publik pertamanya tentang hal itu.

“Penting sekali bahwa FBI menjelaskan masalah yang dipertanyakan ini, apa pun itu, tanpa ditunda-tunda.”

Dia menekankan bahwa Comey pernah mengatakan “dia tidak tahu apakah email yang dirujuk dalam suratnya itu signifikan atau tidak,” dan Hillary menambahkan lagi, “Saya yakin (bahwa) apapun itu, tak akan mengubah kesimpulan bulan Juli.”

Comey mengatakan FBI akan menyelidiki apakah emailemail yang baru ditemukan berisi informasi rahasia.

Kepala FBI itu mengatakan dalam sebuah surat kepada Kongres bahwa penyidik telah menemukan email-email “terkait dengan kasus yang tidak bersangkut-paut yang tampaknya berhubungan dengan penyelidikan.”

Dia mengatakan dia “belum bisa menilai apakah bahan-bahan ini signifikan atau tidak. Dan saya tidak bisa memprediksi berapa lama kami bisa menyelesaikan hal ini.”

Earlier, Clinton campaign chairman John Podesta criticised the FBI’s “extraordinary” timing.
Ketua Tim Kampanye Clinton, John Podesta mengecam ‘saat penyelidikan yang ganjil.’

Penyelidikan FBI ini diungkapkan hanya 11 hari menjelang pemilihan presiden. Sumber: BBC Indonesia/FN