Beranda Berita Pilihan Indonesia Kembangkan Industri Dirgantara Lagi

    Indonesia Kembangkan Industri Dirgantara Lagi

    470
    0

    N219

    Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan Indonesia akan terus mengembangkan industri dirgantara dengan memproduksi pesawat-pesawat kecil untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jalan darat dan laut. “Kami sangat mendukung industri dirgantara karena akan menumbuhkan ribuan industri lainnya,” kata MH Hidayat di Bandung.

    Kebutuhan pesawat di Indonesia sangat tinggi untuk menghubungkan berbagai daerah. Pemerintah bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan pemerintah daerah telah mendiskusikan spesifikasi kebutuhan pesawat yang bisa menghubungi daerah-daerah terpencil. Untuk itu mendukung pengembangan pesawat N219 berkapasitas 19 orang oleh PTDI karena sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri. “Pesawat diperkirakan bisa memenuhi komponen lokal 40 persen dan akan terus ditingkatkan menjadi 60 persen,” katanya.

    Namun, PTDI juga harus mampu menjual produk tersebut sebanyak-banyaknya agar skala ekonominya tercapai. Hidayat berjanji bila komponen lokal pesawat itu sudah mencapai 60 persen, maka akan dilindungi dari persaingan dengan produksi sejenis buatan asing yang lokal kontennya rendah.

    Selain Kemenperin, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga mendukung lewat suntikan dana sebesar Rp400 miliar untuk riset dan pengembangan (R&D) pesawat N219. PTDI akan bekerja sama dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk riset dan pengembangan N129 sebanyak empat prototipe pesawat yang akan diujicoba.

    “Tahun ini, kami menganggarkan bantuan riset melalu LAPAN sebanyak Rp310 miliar tahun ini dan Rp90 miliar tahun depan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana yang juga berkunjung ke PTDI. VP Marketing PTDI Arie Wibowo mengatakan pihaknya membutuhkan dana riset dan pengembangan N219 sekitar Rp500 miliar.

    “Sisanya akan kami ambil dari hasil penjualan kami,” katanya. Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan industri pesawat terbang akan menumbuhkan ratusan industri komponen. “Saat ini ada sekitar 40-50 industri komponen yang berpotensi mampu mendukung pengembangan pesawat tersebut,” katanya.