Beranda Berita utama Indonesia Komoditas Indonesia Terbitkan ICPOI

    Indonesia Komoditas Indonesia Terbitkan ICPOI

    11
    0

    PT Indeks Komoditas Indonesia, perusahaan penerbit yang memproduksi dan menawarkan analisis data, meluncurkan indeks minyak kelapa sawit Indonesia atau ICPOI. Indeks ini diharapkan melengkapi harga minyak kelapa sawit yang selama ini mengacu pada bursa perdagangan Rotterdam dan Malaysia.

    Perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Kacuk Sumarto di Jakarta, berpendapat, daya tawar pelaku industri CPO Indonesia lemah karena mengacu pada bursa di Rotterdam dan Malaysia. Sebab, referensi yang ditentukan kedua bursa tidak sesuai dengan kebutuhan riil pelaku industri CPO Indonesia.

    Kacuk berharap ICPOI bisa menjadi referensi harga yang akurat, riil, dan mencerminkan kondisi CPO di Indonesia. Selain itu, ICPOI bermanfaat untuk mengetahui tren harga CPO dunia di kemudian hari.

    Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih berpendapat, ICPOI membuat pemerintah memiliki harga acuan yang lebih kredibel. Hal itu terutama ketika hendak menghitung pajak dan pungutan ekspor serta pendapatan devisa. ICPOI juga bisa menjadi sumber data dalam merancang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta mengantisipasi peluang transaksi dengan harga tak wajar.

    Bagi pengusaha kelapa sawit nasional, ICPOI membuat negosiasi menjadi lebih mudah dan cepat. Sebab, harga yang tertera di laporan bisa dipakai langsung. Hal itu dimungkinkan karena ICPOI tersedia dalam versi mata uang rupiah dan dollar Amerika Serikat.

    Akan tetapi, butuh waktu bagi ICPOI agar bisa menjadi acuan nasional. Sebagaimana Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Diberikan Bea Keluar, acuan pemerintah saat ini masih’bursa-Rotterdam dan Malaysia.Butuh waktu 3-6 bulan bagi ICPOI untuk menjadi referensi nasional. ICPOI masil’ butuh pengujian.