Beranda Berita utama Indonesia Perjuangkan Posisi Tawar Sawit di Forum CPOPC

    Indonesia Perjuangkan Posisi Tawar Sawit di Forum CPOPC

    10
    0

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan posisi tawar Indonesia harus terus diperjuangkan ketika berhadapan dengan Malaysia, terutama untuk produk dari Indonesia. Salah satu yang diperjuangkan adalah komoditas minyak kelapa sawit yang akan diperjuangkan dalam the 5th Ministerial Meeting (MM) Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) pada 8 November 2018.

    “Posisi kita masih kalah dari Malaysia ketika memasuki perdagangan minyak sawit,” kata Airlangga di Jakarta pada 6 November 2018. Salah satu ketertinggalan dibandingkan Malaysia adalah kedekatan hubungan dengan India, sebagai negara pengimpor CPO terbesar.

    Malaysia menghapuskan bea keluar (BK) untuk ekspor CPO, sedangkan India memberikan fasilitas early harvest. Alhasil, harga CPO Malaysia 4% lebih murah dibanding Indonesia.

    “Kalau dihitung pear to pear, industri CPO kita dikenai bea keluar dan di Malaysia tidak. Sehingga, ketika CPO memasuki pasar India, mereka lebih diuntungkan. Posisi perdagangan itu lebih menguntungkan Malaysia,” kata dia.

    Pertemuan di forum CPOPC ini, delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Menteri Koodinator Perekonomian Darmin Nasution. Beberapa isu yang akan dibahas antara lain pergantian chairmanship, pengesahan Kolombia sebagai anggota baru CPOPC, posisi Pemerintah Indonesia terhadap European Union Renewable Energi Directive II, Program Mandatori Biodiesel, hingga CPOPC Joint Mission.

    “Masing-masing negara termasuk Kolombia sebagai anggota baru, akan melakukan upaya bersama melalui CPOPC untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit di pasar global,” terang Darmin.

    Forum ini akan dihadiri juga oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto; perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Luar Negeri; perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan; Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun; serta perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).