Beranda Berita utama Indonesia Siap Melawan, Eropa Tunda Implementasi RED II

    Indonesia Siap Melawan, Eropa Tunda Implementasi RED II

    16
    0

    Pemerintah Indanesia menyatakan siap melawan kebijakan Uni Eropa yang mendiskriminasi komoditas minyak kelapa sawit dan turunannya melalui penerapan Renewable Energy Directives (RED) II. Kebijakan yang rencananya diimplementasikan pada 1 Februari 2019 rupanya ditunda tanpa alasan jelas.

    Direktur Eksekutif Dewan Negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) Mahendra Siregar mengatakan rencana Indonesia membawa kasus ini ke WTO diperkirakan menjadi pertimbangan.

    “Alasan pastinya kami tidak tahu. Dugaan kami ada pertimbangan lain dari Uni Eropa terkait aturan WTO,” kata Mahendra di Jakarta pada 4 Februari 2019. Tapi, kebijakan Eropa memasukkan minyak kedelai Amerika sebagai minyak nabati yang beresiko rendah (low risk) menjadi bukti diskriminasi terhadap komoditas sawit.

    “Ini mengundang pertanyaan lebih jauh. Tapi kelihatannya secara politis. Ini semakin menggerus kredibilitas RED II dan ILUC sendiri,” kata Mahendra.

    ILUC (indirect land-use change) adalah metode yang digunakan Uni Eropa dalam RED II untuk menentukan besar/kecilnya resiko yang disebabkan tanaman minyak nabati terhadap alih fungsi lahan dan deforestasi.

    Metode ini dikritik oleh banyak negara karena dianggap tidak diakui secara universal. Kelapa sawit sendiri dianggap beresiko tinggi (high risk) terhadap kerusakan lahan dan deforestasi. Tapi, Uni Eropa memberikan dispensasi untuk produk Amerika. “Ini benar-benar politis. Ini bukti yang valid untuk dibawa ke Badan Sengketa WTO,” katanya.