Beranda Bisnis Industri Karet Masih Mengkerut

    Industri Karet Masih Mengkerut

    218
    0

    Menurunnya gairah petani karet dalam melakukan penyadapan bukanlah tanpa sebab. Menurunnya gairah petani dalam penyadapan lebih karena harga karet yang masih tetap mengkrut.

    “Harus diakui bahwa dalam 5 tahun terakhir ini petani karet nasional (masih) mengalami keterpurukan akibat jatuhnya harga karet dunia,” kata Wakil Rektor bidang Riset dan Kerja sama IPB Prof Hermanto Siregar.

    Adapun menurunnya harga karet, menurut Hermanto karena harga karet dunia turun sangat jauh, sehingga karet banyak yang tidak disadap karena biaya sadap lebih mahal dari harga. Akibatnya petani tidak mampu membayar mahal untuk melakukan penyadapan. Sementara, di daerah tertentu, banyak masyarakat pedesaan yang notabenen petani menjadikan karet sebagai sumber mata pencaharian utama.

    “Jadi dampaknya saat ini pendapatan petani karet mengalami penuruunan dan petani menjadi miskin,” keluh Hermanto.

    Disisi lain, Hermanto menerangkan bahwa maslah lain di industri karet nasional adalah, dari 3 juta hektar lahan perkebunan karet, sebagian besar pohon karet rakyat sudah tua dan kurang produktif.

    Akibatnya, produktivitas tanaman karet milik rakyat sangatlah rendah. Maka dengan rendahnya produktivitas ditambah dengan tingginya biaya produksi, maka sangatlah wajar jika petani karet sudah mulai mengurangi penyadapan.

    “Melihat hal ini, petani karet berharap agar pemerintah bisa membantu petani karet dalam melakukan peremajaan atau replanting. Tujuannya dengan klon karet unggul maka bisa mengembalikan produktivitas yang rendah,” pungkas Hermanto. (Sumber: antara/FN)