Beranda Berita utama Ini Kata Puteri Indonesia 2010 tentang Minyak Sawit

    Ini Kata Puteri Indonesia 2010 tentang Minyak Sawit

    28
    0

    Sebagai aktris dan aktivis serta pemerhati lingkungan hidup, Nadine Alexandra Dewi paham benar dengan masalah lingkungan yang sering menjadi isu nasional. Salah satunya tentang kelapa sawit, minyak kelapa sawit, dan produk turunannya.

    “Mungkin selama ini orang tidak banyak tahu kalau ada pilihan minyak sawit bersertifikat,” kata pemeran Brie dalam film Filosofi Kopi 2 ini dalam kegiatan media trip WWF Indonesia di Sintang, Kalimantan Barat pekan akhir pekan lalu.

    Karena tidak banyak yang paham tentang minyak sawit yang dikelola secara berkelanjutan ini muncul isu negatif yang sering kali tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. “Karena itu, memperkenalkan minyak sawit bersertifikat menjadi pilihan,” katanya. Kampanye minyak sawit berkelanjutan ini harus terus dilakukan agar publik semakin paham.

    Menurut Nadine, konsumen perlu mengetahui bahwa ada pilihan minyak kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan dan dibuktikan dengan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

    Putri Indonesia 2010 ini mengatakan minyak sawit berkelanjutan merupakan pilihan cerdas bagi konsumen yang cerdas. Dia mengajak konsumen cerdas memilih produk berbahan baku minyak kelapa sawit berkelanjutan.

    Kata Nadine, pola konsumsi seperti ini diharapkan bisa mendorong produsen minyak kelapa sawit dan seluruh produk turunannya untuk memastikan aspek keberlanjutan dan dampak negatif terhadap lingkungan diminimalisasi.

    “Memilih apa yang kita konsumsi adalah cara kita menyampaikan pada perusahaan dan pemerintah bahwa kita sadar pentingnya prinsip-prinsip keberlanjutan dijalankan,” katanya.

    Nadine mengatakan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan konservasi lingkungan harus seimbang dengan mempertimbangkan segala aspek terkait.

    Dengan mengikuti media visit WWF Indonesia di Sintang, Nadine mempelajari banyak hal mengenai pengelolaan perkebunan sawit berkelanjutan, berdiskusi dengan pemerintah daerah, juga ikut turun ke kebun dan bertemu langsung dengan para petani swadaya.