Beranda Berita utama Ini Respon Uni Eropa Terhadap Gugatan Indonesia ke WTO

    Ini Respon Uni Eropa Terhadap Gugatan Indonesia ke WTO

    151
    0

    Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Vincent Guerend mempersilakan Indonesia membawa kasus diskriminasi minyak sawit oleh Uni Eropa ke organisasi dagang dunia, WTO. “Jadi, langkah Indonesia itu benar, dan di negara manapun, jika ada perselisihan perdagangan memang dibawa ke WTO,” ujar Vincent Geurend di Jakarta pada 20 Maret 2019..

    Vincent mengatakan WTO adalah tempat pengaduan bagi negara manapun yang memiliki masalah dengan perdagangan internasional. Termasuk salah satunya adalah Indonesia yang mengalami masalah perdagangan pada komoditas minyak sawitnya. “Jika tidak setuju dengan sebuah perjanjian perdagangan, langkah terbaiknya membawanya ke WTO,” katanya.

    Dia membantah tuduhan perlakuan diskriminatif terhadap produk minyak sawit asal Indonesia. Selain itu, tidak ada niatan Uni Eropa untuk melakukan kampanye hitam produk minyak sawit karena menurutnya UE merupakan pasar terbuka. “Tidak sama sekali. Kami sudah mengatakan kepada Anda bahwa kami merupakan pasar yang terbuka,” terang dia.

    Komisi Eropa telah mengeluarkan Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 of the EU Renewable Energy Directive (RED) II. Komisi Uni Eropa merancang aturan untuk menghapus secara bertahap penggunaan bahan bakar nabati/BBN (biofuel) berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil hingga 2030.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia akan terus melawan diskrimisi terhadap sawit dan produk turunannya oleh Uni Eropa. Epa yang dilakukan Uni Eropa ini merupakan langka proteksionisme terselubung yang di transformasi kan menjadi terminologi yang mana ujung-ujungnya merupakan langkah diskriminatif.