Beranda Berita utama Ini Saran Ekonom Agar Ekspor CPO Terus Bertumbuh

    Ini Saran Ekonom Agar Ekspor CPO Terus Bertumbuh

    18
    0

    Komoditas kelapa sawit sedang mengalami ujian, terutama dari aspek harga global sebagai dampak dari perang dagang antara Amerika dan China. Selain mempengaruhi ekspor minyak sawit mentah (CPO), perang dagang dan faktor lain juga mempengaruhi harga yang turun dalam beberapa waktu belakangan.

    Berdasarkan data Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) pada tahun 2017 volume ekspor tercatat tumbuh 23,6% menjadi 31,05 juta ton atau dengan nilai US$ 22,97 miliar.

    Jika terjadi penurunan nilai ekspor sebanyak 8,5% maka diprediksi ekspor tahun 2018 adalah US$ 21,02 dengan volume 28,45 juta ton.

    Untuk menghadapi kondisi ini, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan pengusaha guna menggenjot ekspor CPO menjadi lebih baik.

    “Ada baiknya jika pengusaha mencari pasar alternatif mengekspor CPO. Ada empat negara yang paling prospektif, antara lain Afrika, Asia Tengah, Rusia dan Eropa Timur,” kata Bhima di Jakarta awal pekan ini.

    Selanjutnya pemerintah diharapkan dapat mendukung pengusaha CPO untuk melakukan ekspor CPO. Dukungan ini berupa pemberian insentif dan fasilitas kredit untuk ekspor.

    “Insentif yang dimaksud itu seperti pengurangan bea masuk di mana sekarang itu dikenakan US$ 57 per ton, diharapkan ke depannya bisa diturunkan sebesar US$ 20 per ton nya. Sehingga harga sawit di pasar luar negeri bisa bersaing,” ujarnya.