Beranda Berita utama Janji PKS Hapus Pajak Sepeda Motor Tidak Realistis

    Janji PKS Hapus Pajak Sepeda Motor Tidak Realistis

    15
    0

    PKS menjanjikan pajak sepeda motor dan pemberlakuan surat izin mengemudi (SIM) berlaku seumur hidup jika memang dalam pemilihan presiden 2019. Janji kampanye ini dinilai banyak kalangan tidak realistis dan mengada-ada.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai janji PKS tidak realistis karena hampir 50 persen pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari pajak kendaraan bermotor, salah satunya sepeda motor. “Jadi kalau itu dihapuskan bayangin itu pemda bagaimana,” kata Jusuf Kalla di Jakarta pada 27 November 2018.

    Menurut JK, ada daerah yang pajak kendaraan bermotornya menyumbang 60-70 persen PAD. “Lebih dari 50 persen penghasilan daerah itu dari pajak kendaraan itu khususnya provinsi ya. Itu ada daerah malah 60-70 persen dari penghasilan asli daerah provinsi itu dari pajak kendaraan,” katanya.

    Pajak sepeda motor merupakan salah satu sumber dana perawatan jalan dan pembangunan fasilitas penunjang jalan seperti fly over di daerah. “Makin banyak mobil, jalan diperbaiki, jalan diperlebar, harus bikin fly over, macam-macam harus dibuat untuk melayani sepeda motor atau mobil yang banyak ini. Jadi kalau dihilangkan bagaimana caranya membangun daerah,” lanjut dia.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Almuzzammil Yusuf mengungkapkan alasan PKS mencetuskan kebijakan penghapusan pajak kendaraan roda dua ber-CC kecil. Menurut dia, kebijakan itu adalah bentuk insentif kepada para pemiliknya.