Beranda Hukum Kadin imbau pemilik truk mulai beroperasi 3 Juli

Kadin imbau pemilik truk mulai beroperasi 3 Juli

37
0

JAKARTA- Kadin mengimbau pemilik truk agar mulai beroperasi pada H+7 atau 3 Juli sekalipun sesuai keputusan pemerintah pemberlakuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang menggunakan truk berakhir 29 Juni (H+3).

“Kami melihat jika pembatasan tersebut sampai H+4 maka akan bersamaan dengan perjalanan balik saudara-saudara kita dari kampung halamannya menuju Jakarta, dan hal ini diperediksi akan menimbulkan kemacetan di beberapa simpul-jalan yang biasa dilalui oleh para pemudik,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Menurut Carmelita Hartoto, langkah Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melakukan pembatasan operasional mobil barang pada masa mudik hingga balik Lebaran memang merupakan terobosan yang perlu diaperesiasi.

Karena hal tersebut tidak hanya melibatkan satu lembaga pemerintah, terlebih lagi hal itu juga dapat mengurangi tingkat kepadatan pada jalur utama yang biasa dilalui oleh para pemudik.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan dan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat, pemberlakuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang menggunakan truk yang akan berakhir pada tanggal 29 Juni (H+3) mendatang.

Namun, ditegaskan, melihat masih banyak pemudik yang kembali ke Jakarta dari kampung halaman, dirinya mengimbau para pemilik truk agar mau beroperasi kembali usai rangkaian pemudik balik ke tempat asalnya.

Carmelita menambahkan untuk membantu kelancaran saat arus balik mendatang dirinya mengimbau dan sangat mengharapkan para pemilik truk beserta organisasi yang menaunginya seperti Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat) dan Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) mau beroperasi kembali pada H+7 atau pada 3 Juli mendatang.

Imbauan ini disampaikan agar tidak terjadi kembali macet parah pada saat arus balik, karena bertambahnya volume kendararan di jalan dengan bertemunya antara pemudik yang akan kembali ke Jakarta dengan mobil barang dengan berat melebihi 14.000 kilogram, mobil barang lebih dari sumbu tiga atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan.(sand)