Beranda Berita utama Kalangan Pengusaha Optimistis Harga Minyak Sawit 2019 Lebih Baik

    Kalangan Pengusaha Optimistis Harga Minyak Sawit 2019 Lebih Baik

    26
    0

    Harga crude palm oil (CPO) tahun depan diperkirakan masih akan naik dibandingkan tahun ini. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan rata-rata harga sawit tahun depan akan mencapai US$ 600 – US$ 650 per ton.

    Meski produksi CPO tahun depan masih diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Wakil Ketua Umum III Gapki bidang Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Togar Sitanggang mengatakan, harga akan mengalami peningkatan karena adanya peningkatan konsumsi.

    “Implementasi B20 akan menjadi pendorong utama dari market,” ujar Togar dalam paparannya di Indonesia Palm Oil Conference and 2019 Price Outlook di Nusa Dua, Bali pada 2 November 2018.

    Menurut Togar, adanya rencana pemerintah untuk mempercepat implementasi B30 yang awalnya dilaksanakan di 2020 menjadi 2019, menjadi salah satu faktor pemicu meningkatkan harga sawit.

    Togar pun memprediksi, stok minyak sawit Indonesia di akhir tahun akan menurun secara signifikan. Ini mengingat serapan biodiesel yang akan lancar di akhir tahun dan produksi CPO di November dan Desember akan menurun.

    Togar pun memperkirakan, harga minyak sawit di akhir tahun akan mencapai US$ 540 – US$ 550 per ton.

    Sementara itu, James Fry Chairman LMC International mengatakan, faktor yang menentukan harga CPO tergantung pada harga minyak Brent, harga minyak nabati lainnya, hingga permintaan biodiesel.

    “Saya memperkirakan dengan permintaan biodiesel dari Indonesia, maka stok minyak sawit Malaysia Palm Oil Board akan di akhir tahun akan meningkat di akhir tahun dan akan menurun 750.000 ton di antara Desember dan Juni,” ujar James.

    Sementara itu, Dorab E Mistry direktur Godrej International Limited mengatakan, harga minyak CPO akan mengalami peningkatan dikarenakan produksi CPO yang akan menurun di tahun depan karena masalah iklim. Harga pun akan meningkat tergantung pada permintaan atas biodiesel.

    “Menurut saya perang dagang tidak akan berpengaruh besar karena perang dagang berlangsung sangat cepat. Apapun bisa terjadi dalam satu malam,” ujar Dorab.