Beranda Berita utama Kampanye Hitam Sawit Dibalas Face Out Airbus, Prancis Terdiam

    Kampanye Hitam Sawit Dibalas Face Out Airbus, Prancis Terdiam

    23
    0

    Negara-negara Uni Eropa, terutama Prancis sangat gencar merancang kampanye hitam minyak kelapa sawit dengan dalih lingkungan dan kesehatan. Meski berbagai penelitian independen tidak membuktikan tudingan Prancis, tapi kampanye hitam terhadap produk andalan ekspor Indonesia ini tidak pernah berhenti.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kampanye hitam itu tidak lepas dari persaingan dagang karena minyak nabati buatan Eropa tidak mampu bersaing dengan minyak sawit dari sisi harga dan produktivitas lahan. Salah satu cara melawan kampanye ini adalah tidak menyerang balik dengan produk Eropa seperti Airbus.

    “Saya bilang ke Prancis kalau kita juga akan face out Airbus 2030, kemudian mereka diam. Mereka tekan kita dnegan kampanye hitam sawit dan kita balik tekan,” kata Engartiasto ketika memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara, Jakarta pada 11 Maret 2019.

    Sampai saat ini, Uni Eropa tidak pernah bisa membuktikan tudingan mereka secara ilmiah. Penelitian ilmiah dan independen justru menunjukkan fakta sebaliknya. Komoditas minyak nabati buatan Eropa jauh lebih boros lahan sehingga menjadi pemicu deforestasi alias penggundulan hutan besar-besaran.

    Enggartiasto berharap agar kampanye hitam sawit oleh Uni Eropa dapat dihentikan. Sebab, kegiatan itu memicu perang dagang antarnegara. Untuk itu, ia terus melakukan negosiasi agar UE dapat menghentikan kampanye tersebut.

    “Kita ini against trade war (mencegah perang dagang). Itu bagian dari dagang, dan negosiasi sampai cooling down (UE terhadap kampanye sawit hitam),” katanya.

    Sebelumnya, sempat muncul wacana menghentikan impor susu bubuk dari Eropa sebagai protes atas perlakuan mereka terhadap komositas sawit. Ancaman ini sempat membuat Eropa melunak sebelum akhirnya kembali melancarkan kampanye hitam dan diskriminasi terhadap sawit.