Beranda Berita utama Kelapa Sawit Dorong Peningkatan Kemakmuran Rakyat Riau

    Kelapa Sawit Dorong Peningkatan Kemakmuran Rakyat Riau

    20
    0

    Industri perkebunan kelapa sawit dan turunannya terbukti telah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau, terutama di pedesaan. Peningkatan kesejahteraan ini dapat dilihat dari desa-desa yang memiliki lahan perkebunan sawit dan desa yang tidak memiliki perkebunan sawit, baik itu sawit milik rakyat maupun perusahaan.

    “Lihatlah, amat berbeda antara desa yang punya kelapa sawit dengan desa yang tidak ada tanaman sawitnya,” kata Profesor Almasdi Syahza, Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau.

    Almasdi telah melakukan banyak penelitian tentang dampak perkebunan sawit terhadap kesejahteraan rakyat. Penegasan ini dipaparkan dalam buka puasa bersama perusahaan kelapa sawit Minamas di Swissbelin, Pekanbaru pekan ini. Dalam paparan singkatnya itu, Almasdi juga menyorongkan data-data tentang tingkat kemakmuran Provinsi Riau yang tidak dipunyai provinsi lain. “Jadi tidak terbayangkan bagaimana Riau tanpa sawit,” tambahnya.

    Namun kelapa sawit bukan tanpa persoalan. Potensi itu juga menyebabkan dalam sawit timbul masalah. Mulai dari penjarahan lahan, alih fungsi lahan, membakar lahan untuk ditanami kelapa sawit, dan semakin banyaknya lagi tanaman lain yang diganti dengan tanaman kelapa sawit.

    “Persoalan kelapa sawit itu muncul karena potensinya. Ini yang terjadi di banyak daerah di Riau ini. Dan tak dipungkiri, sawit juga kadang menimbulkan kecemburuan secara ekonomi. Sebab kontribusi sawit itu 1 berbanding 33 untuk prospeknya, ” katanya.

    Sedang untuk masalah Karhutla, Almasdi mengucapkan terima kasih pada Minamas, karena memberi kesempatan Universitas Riau (UR) melakukan kerjasama dengan perusahaan ini yang hasilnya adalah zero karhutla. “Itu tahun 2015. Tahun 2018 ini target saya adalah 20 Desa Mandiri Cegah Api yang terfokus di Desa Sepaha, “ ujarnya.