Beranda Bisnis Kementan Siapkan Rp 20 Triliun Buat Sergap

    Kementan Siapkan Rp 20 Triliun Buat Sergap

    181
    0

    Kementerian Pertanian (Kementan) tidak main-main dalam penyerapan gabah disaat petani mengalami panen raya.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dalam penyerapan gabah hasil petani ini harus benar-benar dilakukan. Sebab jika hasil panen ini tidak benar-benar terserap maka akan berdampak panjang.

    Bukan hanya berdampak kepada roda ekonomi petani, tapi juga berdampak kepada melonjaknya harga beras ditingkat konsumen. Maka agar program Serap Gabah Petani (Sergap) bisa terlaksana Kementan telah mengyiapkan dana sebesar Rp 20 triliun untuk bisa menyerap gabah hasil petani.

    “Setelah kami menghadap presiden, presiden minta saya pimpin langsung untuk sinergi seluruh stakeholder. Sudah kami siapkan dana sekitar Rp 20 triliun ke Bulog untuk serap gabah petani,” terang Amran

    Sebab, lanjut Amran, harus diakui jika pemerintah tidak menyiapkan dana maka dikhawatirkan gabah hasil petani dibeli oleh para pedagang. Alhasil harga beras ditingkat konsumen akan terkerek naik.

    Tebukti berdasakan catatan Kementan, harga gabah kering panen (GKP) saat ini sedang anjlok di kisaran Rp 3.200-3.300/kg, sementara pemerintah telah menetapkan penyerapan GKP di tingkat petani sekitar Rp 3.700/kg. Maka dengan selisih harga yang lebih besar yang dibeli oleh pemerintah, diharapkan penyerapan akan lebih maksimal.

    Lebih lanjut, adapun untuk lembaga atau badan keuangan yang bertanggung jawab untuk pembayaran hasil petani yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI). BRI ditunjuk karena sebagai pihak perbankan dibawah BUMN dan paling dekat dengan petani.

    “Melalui BRI maka diharapkan petani bisa menjual hasil panennya kapan pun, baik pagi, siang, sore, ataupun malam. BRI harus siap 1×24 melayani petani,” tegas Amran. FN