Beranda Budaya Kitab Pararaton : Bayi Ken Arok Itu Bercahaya

    Kitab Pararaton : Bayi Ken Arok Itu Bercahaya

    526
    0

    Ken Arok adalah raja Kerajaan Singasari. Banyak cerita yang menyebut Ken Arok itu dulunya perampok. Tapi Kitab Pararaton beda. Malah saat lahir, tubuh Ken Arok disebutnya bersinar.

    Dalam Kitab Pararaton, Ken Arok adalah seorang anak petani yang mendapat titisan Dewa Brahma. Ibunya bernama Ken Endok. Ia lahir di Desa Pangkur sebelah Timur Gunung Kawi.

    Ketika lahir tubuhnya bersinar. Itu memberi isyarat bahwa kelak dia akan menjadi seorang raja besar di Jawa. Isyarat itu menjadi kenyataan.

    Untuk mewujudkan ramalannya itu, Ken Arok mendatangi seorang ahli pembuat pusaka. Dialah Mpu Gandring.

    Kedatangan Ken Arok itu untuk memesan keris guna membunuh Akuwu Tunggul Ametung. Harapannya agar bisa mengambil Ken Dedes.

    Sebab telah diramalkan, jika ada pemuda yang mengawininya, maka akan menjadi seorang raja besar. Tanda-tanda itu terlihat pada kemaluan Ken Dedes yang memancarkan sinar.

    Saat membunuh pembuat keris, Ken Arok dikutuk selama tujuh turunan. Dia dan keturunannya kelak mati terbunuh dengan keris Mpu Gandring.
    Mereka akan saling membunuh dan berebut kekuasaan. Dan bukti kutukan itu diawali dengan terbunuhnya Akuwu Tunggul Ametung oleh Ken Arok.

    Setelah itu Ken Arok dibunuh Anusapati dengan Keris Mpu Gandring. Ini adalah anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung. Lalu naik tahta dan memerintah selama 21 tahun dari tahun 1227-1248 M.

    Tapi Tohjoyo anak Ken Arok dari ibu Ken Umang tidak terima. Dibunuhlah Anusapati dengan keris yang sama di arena adu ayam tahun 1248 M, yang didharmakan di Candi Kidal Malang.

    Begitu seterusnya pembunuhan demi pembunuhan sudah tidak bisa diredam lagi karena kutukan itu. Bahkan pertikaian pun makin dahsyat hingga kerajaan ini hilang dan kelak memunculkan Kerajaan Majapahit. jss