Beranda Berita utama Kolombia Bisa Perkuat CPOPC Lawan Kampanye Hitam Sawit

    Kolombia Bisa Perkuat CPOPC Lawan Kampanye Hitam Sawit

    12
    0

    Rencana masuknya Kolombia sebagai anggota Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dinilai cukup positif, terutama untuk melawan kampanye hitam terhadap sawit yang dilakukan negara-negara Eropa. Kampanye hitam terus dilancarkan negara-negara Eropa karena komoditas minyak bunga matahari mereka tidak mampu bersaing dengan minyak sawit.

    “Harus dimanfaatkan untuk memperkuat perlawanan terhadap kampanye hitam komoditas sawit,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud di Jakarta pada 7 November 2018. Kolombia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit dunia.

    “Sebelumnya produsen sawit terbesar hanya ada dua, Indonesia dan Malaysia] dari Asia. Kalau Kolombia bergabung ke CPOPC, kita akan punya banyak suara untuk melawan kampanye hitam dari Eropa dan Amerika Serikat,” ujarnya.

    Setiap anggota CPOPC punya anggaran sendiri untuk mengampanyekan sawit. Misalnya, Malaysia menyediakan 23,4 juta ringgit pada tahun ini, naik sebelas kali lipat dari anggaran tahun lalu yang bernilai 2 juta ringgit.

    Indonesia menyiapkan anggaran kampanye yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Selama semester I/2018, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp6,4 triliun dari pungutan ekspor CPO dan produk turunannya.

    Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang sepakat bahwa keanggotaan Kolombia di CPOPC hanya akan bermanfaat untuk memberi perlawanan kampanye hitam.

    Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus justru berharap CPOPC dapat menggaet lebih banyak lagi anggota baru, seperti Thailand dan Nigeria.