Beranda Berita utama KPU: Ada Upaya Delegitimasi Penyelenggara Pemilu

    KPU: Ada Upaya Delegitimasi Penyelenggara Pemilu

    12
    0

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melihat tanda-tanda negatif dari serangan terhadap penyelenggara pemilu dalam beberapa waktu ini. KPU menduga serangan kepada penyelenggara pemilu ini bertujuan mendelegitimasi KPU.

    “Isu-isu yang tidak berdasar yang mulai beredar selama ini, dugaan kami tujuannya untuk mendelegitimasi KPU,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta pada 8 Januari 2019.

    Selain isu hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos dan
    tudingan ketidaknetralan KPU, isu hoaks juga sudah mulai menyerang pribadinya.

    Dalam beberapa postingan di media sosial, Arief Budiman dianggap keturunan Tionghoa dan dikampanyekan sebagai kakak kandung Soe Hok Gie. Padahal dua orang ini sosok yang berbeda. Arief menanyakan maksud dan tujuan pembuat hoaks menyerang dirinya.

    Dia menegaskan, KPU siap menerima kritik selama berbasis data dan fakta. “Kalau mengkritik disertai data dan fakta mungkin memang ingin memberi masukan dan catatan pada KPU. Tapi kalau itu tak berdasar, tidak ada data dan faktanya, itu sudah pasti ingin menganggu pemilu kita, mendeligitimasi penyelenggara pemilu,” katanya.

    KPU, kata dia, akan terus melawan hoaks yang mendeligitimasi
    pemilu. Namun dia mengajak semua pihak turut berperan aktif
    memerangi hoaks pemilu. “Karena hoaks ini merugikan kita semua, jadi bukan hanya KPU yang harus melawan. Semua harus ikut melawan,” katanya.