Beranda Bisnis Kuasai Pasar Sawit, RI-Malaysia Tak Mau Didikte Asing

    Kuasai Pasar Sawit, RI-Malaysia Tak Mau Didikte Asing

    993
    0

    Pemerintah Indonesia bersama Malaysia terus berupaya membangun kawasan hilirisasi industri kelapa sawit. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, perlu ada sinergi dari dua negara ini untuk menghadapi persaingan dan tantangan di pasar global.

    “Di dunia ini, 80 persen industri sawitnya itu Indonesia dan Malaysia, sehingga perlu Indonesia dan Malaysia bersatu, untuk menghadapi persaingan dan tantangan dari berbagai negara,” kata Jusuf Kalla, kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil dalam kesempatan yang sama menambahkan, bahwa pembangunan kawasan industri tersebut penting bagi kedua negara, agar tidak ketergantungan pihak asing. Kedua negara yang saat ini mendominasi produksi minyak sawit, dapat menentukan standarnya sendiri.

    “Sehingga tidak didikte oleh pihak ketiga tentang standar, sehingga produk-produk hilirisasi tidak tergantung mengekspor CPO (Crude Palm Oil atau minyak sawit mentah),” terangnya.

    Rencana pembangunan kawasan tersebut saat ini baru sampai tahap pengkajian. Kedua negara belum bersepakat soal lokasi pembangunan kawasan tersebut. Pilihannya adalah antara di Kalimantan Barat, atau di Kalimantan Timur. “Tapi prinsip-prinsipnya sudah disepakati. Tim yang membuat standar akan rapat lagi nanti awal Oktober,” jelasnya.

    Dalam tahap pembangunan fisik kawasan tersebut, pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia tidak akan ikut campur. Hal itu sepenuhnya diserahkan ke perusahaan Indonesia dan Malaysia, yang telah ditunjuk.