Beranda Berita utama Lagi, Perang Dagang AS-China Membuat Harga CPO Melandai

    Lagi, Perang Dagang AS-China Membuat Harga CPO Melandai

    31
    0

    Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) lagi-lagi terpengaruh perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Perang dagang dua negara besar ini menjadi tekanan kuat terhadap harga komoditas andalan Indonesia ini.

    Sepanjanga perdagangan 9 Mei 2019 harga CPO di Bursa Derivative Malaysia, harga kontrak pengiriman CPO untuk Juni turun 0,79% ke level MYR 2.021/ton dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Hal ini dipicu oleh kenaikan bea impor yang diumumkan AS terhadap produk China menjadi 25% yang berlaku mulai hari ini, 10 Mei 2019.

    Langkah AS ini memicu China menarik dari kesepakatan dagang yang sudah dibuat dan tidak lagi berkomitmen melindungi hak atas kekayaan intelektual, pemaksaan transfer teknologi, kebijakan persaingan bebas, akses terhadap sektor keuangan, dan manipulasi kurs.

    Sebagaimana dikutip dari Reuters, Wakil Perdana Menteri China, Liu He akan terbang ke Washington untuk melakukan upaya negosiasi lagi. Bila gagal, skenario perang tarif seperti tahun 2018 bisa terulang, atau bahkan lebih parah lagi.

    Jika perang dagang ini kembali memanas, aliran perdagangan seluruh penjuru negeri akan melambat dan membuat aktivitas industri menjadi lesu. Pertumbuhan permintaan bahan baku pun menjadi tanda tanya besar. Lebih parah lagi, ancaman ini datang di saat produksi minyak sawit sedang tinggi.

    Peneliti perkebunan CIMB International, Ivy Ng bilang peningkatan produksi sawit salah satunya disebabkan oleh sawit di Malaysia akan memasuki masa panen. Pohon-pohon yang baru ditanam tentu saja akan menghasilkan minyak sawit yang lebih banyak. Akibatnya stok CPO Malaysia diprediksi meningkat lagi tahun ini.